Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Wacana Full Days School Berat Diterapkan di Kutim

Wacana Full Days School Berat Diterapkan di Kutim

(423 Views) Agustus 16, 2016 8:13 am | Published by | No comment

Sangatta. Wacana Menteri Pendidikan untuk menerapkan sistem belajar mengajar full days school atau belajar sehari penuh dinilai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur Iman Hidayat, masih memerlukan kajian yang mendalam. Mengingat tidak semua sekolah siap jika sistem tersebut kemudian diterapkan secara serentak.

Ditemui awak media, Iman mengatakan konsep full days school sebenarnya sangat bagus. Bahkan Disdik Kutim sudah mencoba menerapkannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Sangatta Utara, walaupun belum secara maksimal. Namun Iman mengungkapkan jika sistem tersebut kemudian diterapkan secara nasional, maka otomatis banyak sekolah yang tidak siap.

Seperti ketersediaan ruang kelas untuk belajar. Ujar Iman, masih ada sekolah yang menerapkan pembagian jam masuk sekolah bagi siswanya, yakni ada siswa yang masuk pagi dan siang hari. Selain itu, ketersediaan guru dan dibarengi dengan jatah jam mengajar  guru juga sangat tidak memungkinkan. Guru dituntut menngajar selama 12 jam dan mendapatkan tunjangan sertifikasi. Namun dilain pihak dengan adanya penerapan full days school, guru juga diwajibkan mengajar selama 46 jam, maka sudah tidak wajar mengingat jumlah guru di sebuah sekolah maksimal saat ini berjumlah 10 orang sudah dengan kepala sekolah.

(Voice : Disdik Iman- Full Days School)

Hal senada juga diungkapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar. Dirinya menilai wacana memberlakukan jam belajar sekolah seharian penuh (Full Days School), masih perlu pertimbangan. Mengingat konsep ini perlu penyesuaian dalam penerapannya di seluruh Indonesia yang berbeda kondisi geografis.

Seperti Kutai Timur yang memiliki kondisi geografis yang beragam. Bahkan tidak memungkinkan menerapkan sistem jam belajar seharian penuh karena ada pelajar yang jika mau bersekolah harus menyeberang lautan karena lokasi sekolah berada di pulau lainnya. Sehingga tidak mungkin siswa tersebut harus menyeberangi lautan pada malam hari untuk pulang ke rumah selepas bersekolah. Belum lagi harus menambah anggaran biaya makan bagi siswa dan guru, di tengah kondisi rasionalisasi anggaran.

(Voice : Bupati – Full Days School)

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments