Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Wakil Bupati : Kemah Ilmiah Bukan Sembarang Kemah

Wakil Bupati : Kemah Ilmiah Bukan Sembarang Kemah

(464 Views) Agustus 13, 2016 9:13 am | Published by | No comment

Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang membuka secara resmi Kemah Ilmiah Pelajar Se-Kabupaten Kutai Timur yang diikuti 226 pelajar yang ada di 28 Sekolah di Kutim, pada jum’at (12/8/16) di Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan.

Kasmidi Bulang berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan suatu gagasan atau ide bagi siswa/siswi dan dapat mengambil suatu kesimpulan bagi kita semua, untuk memecahkan suatu masalah. Salah satu contohnya di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini, Negara Indonesia sedang dilanda  krisis yang luar biasa akibat dari kemarau yang berkepanjangan, sehingga komoditi lompat atau turun bebas seperti batu bara dan kelapa sawit yang mengalami penurunan harga. Hal ini juga berdampak secara nasional dan target secara nasional tidak tercapai dan ujung-ujung Pemerintah Pusat harus mengambil suatu kebijakan yang tidak baik bagi daerah-daerah yang ada di seluruh penjuru Indonesia termasuk di Kutim.

Kasmidi mengungkapkan bahwa dampak tersebut, juga dialami Kabupaten Kutai Timur dan tidak terlepas dari pemotongan atau pemangkasan anggaran. Dia mengatakan  Kutim diperkirakan akan mengalami pemotongan anggaran yang berkisar antara 1,4 Triliun, yang bersumber 900 miliar dari pemotongan langsung dan selebihnya adalah pemotongan dari Provinsi. Karena Provinsi juga mengalami pemotongan, yang juga tentunya anggaran yang disalurkan ke daerah akan dipotong.

Namun sampai hari ini, Kasmidi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kutim tidak tinggal diam,  saat ini Pemkab Kutim sedang menyiapkan perangkat-perangkat daerah yang dan semua hasil-hasil pajak yang sudah disetor ke pusat untuk terus didiskusikan. Karena UU mengatakan bahwa realisasi anggaran adalah bukti, dan itu harus dikembalikan kepada daerah penghasil. Perlu diketahui bahwa Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar, dan perusahaan tambang terbesar yaitu PT.Kaltim Prima Coal (KPC) dan sumber galiannya ada di Kutai Timur. Tentunya kita tidak ingin hasil bumi dikeruk, diambil dan pajaknya  dibayar ke Pusat namun kita tidak dapat apa-apa.

Untuk itu, Kasmidi menghimbau kepada para peserta Kemah ilmiah itu, agar bisa memunculkan ide-ide yang kreatif pada Kemah tersebut dan bukan hanya sekedar ikut-ikutan saja.  Kasmidi berpesan kepada para peserta,  sepulang dari kegiatan tersebut apapun informasi yang didapatkan selama mengikuti Kemah ilmiah, baik yang baik maupun yang sedih sekalipun agar dapat disampaikan kepada teman-temannya yang tidak bisa ikut dalam kegiatan itu. Sehingga informasinya dapat menyebar dan dapat dirasakan bersama-sama.

Diakhir sambutannya, Kasmidi Bulang mengucapkan selamat berkemah kepada 226 peserta Kemah Ilmiah pelajar, selanjutnya mengingatkan Kemah ilmiah tersebut bukan Kemah sembarangan karena hal-hal yang dibahas adalah hal-hal yang ilmiah, yang  pembahasannya sudah menjurus kepada suatu kebijakan khusus. Dia menuturkan, apalagi yang mengikuti kemah tersebut adalah siswa/siswi tingkat SLTA, yang tentnuya pemikirannya harus sudah lebih maju ke depan. Selain itu, karena Indonesia telah memasuki pasar bebas yang tidak bisa dipungkiri, kita tinggalnya  di Busang, Sandaran harus siap menerima itu, karena jika kita tidak siap, kita hanya akan jadi penonton saja di daerah sendiri.

Voice Wakil Bupati_Kasmidi Bulang

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments