Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ingin Sembuh dari Ketergantungan Narkoba, Rehabilitasi di IPWL

Ingin Sembuh dari Ketergantungan Narkoba, Rehabilitasi di IPWL

(1465 Views) Januari 29, 2016 10:29 pm | Published by | No comment

Sangatta. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan berbahaya di Kutai Timur seharusnya sudah bisa membuka mata masyarakat Kutim bahwa saat ini Kutai Timur menjadi salah satu target empuk para bandar dan pengedar narkoba untuk menjajakan barang haram tersebut di wilayah ini. Dan yang lebih mengkhawatirkan, saat ini penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan berbahaya sudah merambah ke kalangan anak-anak dan remaja.

Menurut Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Resnarkoba AKP Dhadhag Anindito, dari 89 kasus narkoba yang berhasil di tahun 2015 lalu ada sebanyak 144 orang tersangka yang berhasil diamankan. 131 orang laki-laki, 9 perempuan dan 4 orang masih berstatus anak. Sementara dari barang bukti yang berhasil disita, diantaranya 7.002 butir pil koplo jenis Double LL (LL), 297,55 gram narkoba jenis sabu, uang tunai sebanyak Rp 47.327.000,. 7 unit mobil, 18 sepeda motor dan 95 unit telepon genggam (HP), serta peralatan pelengkap akitifitas narkoba seperti bong, timbangan elektronik dan lainnya.

Dikatakan AKP Dhadhag, kebanyakan para tersangka ini adalah para pengedar dan pengguna narkoba dan obat-obatan berbahaya. Pihaknya bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Timur, sebenarnya tidak pernah bosan melakukan sosialisasi sebagai bentuk upaya preventif atau pencegahan kepada masyarakat, agar masyarakat sadar dan mau bersama aparat membantu mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba minimal dari lingkup terdekat yakni keluarga.

Jika memang ada keluarga yang diketahui sebagai pengguna narkoba dan ingin sembuh, bisa meminta bantuan kepada aparat kepolisian atau langsung dibawa ke pusat rehabilitasi narkoba di Samarinda atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang kini sudah ada di Puskesmas. Dengan demikian pengguna narkoba tersebut bisa mendapatkan perawatan dan rehabilitasi dari ketergantungan menggunakan narkoba. Karena jika dilihat dari hasil pengungkapan kasus, rata-rata para pengguna narkoba yang ditangkap adalah para pengguna narkoba kambuhan. Tidak menggunakan narkoba selama ditangkap dan dipenjara namun setelah keluar penjara kembali memakai narkoba, bahkan bisa menjadi pengedar.

(Voice : Dhadhag)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur dr Aisyah, mengatakan saat ini sudah ada 3 Puskesmas di Kutim yang sudah berstatus Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), yakni Puskesmas Teluk Lingga, Muara Wahau 1 dan Kongbeng. Sedangkan tahun ini akan kembali diusulkan 3 Puskesmas lagi untuk menjadi IPWL, yakni Puskesmas Sangatta Selatan, Muara Wahau 2 dan Batu Ampar.

Lanjut Aisyah, karena IPWL ini baru, maka masih banyak masyarakat uang nelum mengetahuinya. Namun pihaknya terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan dan fungsi IPWL ini. Sehingga jika ada masyarakat yang keluarganya pengguna narkoba dan ingin sembuh, bisa langsung dibawa ke IPWL untuk dilakukan rehabilitasi atau penyembuhan dari ketergantungannya menggunakan narkoba. Tentunya hal ini sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan berbahaya. Terlebih pada akhir 2015 lalu sudah ada kesepakatan dan kesepahaman antara Kepolisian, BNK dan Dinkes Kutim bahwa setiap masyarakat yang sudah menjalani rehabilitasi narkoba di IPWL tidak boleh ditangkap.
Sementara itu, dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Kutim, ditahun 2015 ada sebanyak 21 kasus laporan yang kini ditangani IPWL. 14 kasus ditangani IPWL Muara Wahau I, lima kasus di IPWL Teluk Lingga dan dua kasus ditangani IPWL Kongbeng.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments