Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 122,4 juta orang Jumlah Angkatan kerja Indonesia, masih didominasi oleh pekerja yang berpendidikan rendah.

122,4 juta orang Jumlah Angkatan kerja Indonesia, masih didominasi oleh pekerja yang berpendidikan rendah.

(4643 Views) Februari 11, 2016 6:49 am | Published by | 452 Comments

Dalam sambutan Mentri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri pada Uapacara Hari Keselamatan dan Kesahatan Kerja Nasional dan Pernyataan dimulainnya Bulan Keselamtan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2016 di Jakarta 12 januari 2016, yang dibacakan Inspektur Upacara pada Apel Gabungan dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur pagi tadi. (11/2) yakni Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa Upacara Peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tersebut sekaligus merupakan pernyataan dimulainya bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Nasional tahun 2016 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Peringatan hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 12 Januari 2016 merupakan tahun kedua bagi bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dan terus menerus dalam mewujudkan “Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 tahun 2020, sebagai tindakan lanjut dari Visi (K3) Indonesia K3 tahun 2015.

Tahun 2015 pula UU No. 1 Tahun 1970 genap berusia 45 Tahun, suatu usia yang cukup mapan dalam menapak pengejawantahan penerapan pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1970 di Indonesia, namun Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1970 masih belum diterapkan secara maksimal. Sepertinya yang kita lihat dan dengar beberapa waktu lalu, masih saja kecelakaan kerja terjadi di beberapa sektor usaha, yang masih hangat di ingatan kita jatuhnya pesawat lift yang terjadi di perusahaan dengan korban beberapa pekerja meninggal dunia, kasus kebakaran perusahaan juga menimbulkan korban meninggal yang tidak sedikit. Bahkan kalau kita perhatikan data dari BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun kemarin telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 kasus dengan korban meninggal dunia 2.375 orang. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 sekaligus perilaku masyarakat industri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, belum optimal. Kejadian tersebut diatas harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah tidak terulangnya kejadian yang sama. Untuk itu, peningkatan upaya-upaya K3 masih terus dibutuhkan dalam mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Perwujudan dari agenda Nawacita pemerintahan kabinet kerja yaitu peningkatan kualitas hidup manusia, produktivitas dan daya saing, kemandirian ekonomi, dan revolusi karakter bangsa”, maka salah satu tantangan besar yang kita hadapi di sektor ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja di tempat kerja dan perusahaan, terlebih dengan diberlakukannya MEA akhir tahun 2015 kemarin.

Dengan pemberlakuan MEA akan terjadi peningkatan mobilisasi tenaga kerja kompeten, baik TKI yang akan bekerja di negara-negara ASEAN maupun tenaga kerja yang berasal dari negara-negara ASEAN yang akan bekerja di Indonesia dalam frame Mutual Recognition Arrangement (MRA).

Masuknya tenaga kerja dari negara lain yang ingin bekerja di Indonesia, tentu akan mengurangi peluang kerja bagi TKI dalam negeri. Oleh karenanya, peran lembaga pelatihan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal. Jurus yang penting dalam menghadapi MEA adalah percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, percepatan sertifikasi kompetensi, dan pengendalian tenaga kerja asing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Agustus 2015, jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 122,4 juta orang. Dari jumlah angkatan kerja tersebut masih didominasi oleh pekerja yang berpendidikan rendah. Untuk itu tidak heran, dengan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kompetensi angkatan kerja kita secara rata-rata masih rendah. Padahal, kesiapan SDM angkatan kerja sangat penting untuk dapat menjadi pemenang dalam kompetisi MEA. Untuk itu kami sangat menggaris bawahi bahwa kesiapan dalam menghadapi MEA harus dilakukan tidak hanya oleh sektor ketenagakerjaan, namun semua sektor terkait dan lintas instansi/lembaga di seluruh Indonesia harus dilibatkan.

Voice

Apel Gabungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutai Timur Mahyunadi, Para Asisten, Forum Komunikasi Pimpinan  Daerah (FKPD) Pejabat Strutural di Lingkunagan Pemerintahan, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pimpinan Perusahaan Pertambangan dan Perkubunan di Kabupaten Kutai Timur, serta tamu undangan lainnya.  Peserta dalam apel Gabungan ini diikuti TNI, Lanal, Polres, Security, PNS, TK2d, Para Karyawan Terusahaan Tambang dan Perkebunan serta para pelajar di SMA/SMK di Sangatta.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

452 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments