Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 2 Perampok Gaji & THR Karyawan Rp 1,1 M Dalam Pengejaran, Kapolres Sesalkan Perusahaan Tak Gunakan Fasilitas Polri

2 Perampok Gaji & THR Karyawan Rp 1,1 M Dalam Pengejaran, Kapolres Sesalkan Perusahaan Tak Gunakan Fasilitas Polri

(3740 Views) Juni 20, 2017 4:10 pm | Published by | 12 Comments

Sangatta – Hingga kini Polres Kutai Timur terus mengejar dua pelaku perampokan gaji dan THR karyawan perusahaan sawit PT. Multy Pasific Indonesia, dengan ciri dan identitas pelaku telah berada di tangan.

Jajaran Satreskrim Polres Kutai Timur langsung menuju lokasi kejadian, di Desa Baay Kecamatan Karangan, paska menerima laporan adanya perampokan. Hingga kini, Unit Opsnal yang dipimpin oleh Kasat Reskrim masih di lapangan untuk melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Ditemui di ruang kerjanya, Kapolres Kutai Timur, AKBP Rino Eko sangat menyayangkan kejadian serupa terjadi di tahun ini. Pasalnya, sejak dua minggu terakhir, pihak kepolisian telah menghimbau pada perusahaan untuk meminta pengawalan gaji maupun THR karyawan. Namun nyatanya, himbauan tersebut dianggap angin lalu oleh pihak perusahaan, padahal jasa pengamanan tidak dipungut biaya apapun.

Insert: AKBP Rino Eko (Kapolres Kutai Timur)

Kapolres menambahkan, berdasarkan informasi dari anggotanya di lapangan, diketahui bahwa kedua pelaku merupakan residifis kambuhan kasus serupa, yang hingga kini masih dalam pengejaran. Terkait kepemilikan dua senjata rakitan, hingga kini terus didalami oleh pihaknya.

Diketahui, pada jumat 16 juni yang lalu, Kantor besar PT Multy Pasific Indonesia yang bergerak di perusahaan kelapa sawit, dirampok oleh dua orang bersenjata lengkap sebelum sholat jumat. Alhasil, uang tunai Rp. 1,1 miliar yang tengah dihitung oleh 3 karyawan untuk pembayaran gaji dan THR berhasil dibawa kabur dengan mengendarai sepeda motor menuju hutan.

Pengamanan yang dilakukan oleh dua personel Brimob Polda Kaltim, hanya sebatas mengambil uang dari Sangatta menuju ke kantor besar PT MPI di Kecamatan Karangan. Selebihnya dua personel Berimob kembali ke markas di PT Guta Samba dan dari proses pembagian dan pembayaran ke karyawan menggunakan security sebagai pengamanan internal perusahaan. Namun sayang, saat kejadian security sedang tidak berada di tempat.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

12 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments