Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 2017, Bukit Pelangi Bakal Terang Benderang

2017, Bukit Pelangi Bakal Terang Benderang

(1975 Views) November 1, 2015 8:23 am | Published by | 95 Comments

Sangatta. Masih belum adanya pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pusat perkantoran Bukit Pelangi Sangatta hingga kini, membuat Pemkab Kutim harus memenuhi kebutuhan listrik ini dari pasokan tenaga diesel yang dikelola oleh Bagian Umum dan Perlengkapan (Umper) Setkab Kutai Timur. Namun pada 2017 nanti, Pemkab Kutim melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kutai Timur memastikan bahwa wilayah perkantoran Bukit Pelangi akan mendapat pasokan listrik penuh dari PLN. Demikian diungkapkan Kepala Distamben Kutim Wijaya Rahman.

Didampingi Kasi Ketenaga Listrikan, Darius, dirinya menuturkan bahwa saat ini kebutuhan listrik khusus untuk Bukit Pelangi saja sudah hampir mencapai 4 Mega Watt, dengan rincian 8.000 Watt hanya untuk kantor Bupati Kutim, Masjid Agung, Kantor DPRD dan Gedung Serba Guna, masing-masing 5.000 watt. Sedangkan sisanya 1,5 Mega, tersebar ke semua kantor dinas dan badan di kawasan Bukit Pelangi. Namun daya ini belum bisa menyokong kebutuhan listrik masyarakt yang ada di sekitar kawasan Bukit Pelangi hingga Jalan Pendidikan, Sangatta.

Ditambahkan Darius, pada tahun 2017 nanti, perkantoran bukit pelangi dan penduduk yang bermukim di sekitarnya bakalan mendapatkan pasokan listrik dari PLN yang telah bekerjasama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Tak tanggung-tanggung, dari hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara PT KPC dan PLN, diketahui ada kerjasama pengelolaan listrik sebesar 3 kali 18 Mega Watt. Namun tentunya daya tersebut tak sepenuhnya akan dipasok untuk bukit pelangi. 2 kali 18 Mega watt akan diperuntukkan bagi PT KPC sedangkan 1 kali 18 Mega Watt akan dikelola PLN untuk kemudian disalurkan bagi Perkantoran Bukit Pelangi dan masyarakat. Sehingga bukan hanya Perkantoran Bukit Pelangi saja yang akan terang benderang tetapi diprediksi 6.000 daftar tunggu PLN di Sangatta dapat terpenuhi.

(voice)

Lebih jauh dikatakan, hingga kini yang menjadi permasalahn klasik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat Sangatta adalah, selain memang minimnya daya yang dimiliki PLN Rayon Sangatta, juga terjadinya lonjakan pertumbuhan masyarakat kota Sangatta yang sangat luar biasa hingga 50 persen per tahunnya. Padahal idealnya, pertumbuhan masyarakat Sangatta sesuai perhitungan Badan Pusat Statistik per tahunnya hanya antara 3 hingga 5 persen saja.

———————————————-

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

95 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments