Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 30 Tahun Hidup, Warga Sangkima dan Topo Indah Kecamatan Sangatta Selatan Belum Pernah Nikmati Listrik Negara

30 Tahun Hidup, Warga Sangkima dan Topo Indah Kecamatan Sangatta Selatan Belum Pernah Nikmati Listrik Negara

(1632 Views) Oktober 21, 2016 8:10 pm | Published by | No comment

pln

Sangatta. Listrik, merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat yang harus tersedia dan terpenuhi, layaknya ketersediaan air bersih. Dengan listrik, sebagian permasalahan hidup bisa teratasi. Seperti penerangan, mencuci, dan beberapa fasilitas rumah tangga memerlukan listrik. Sehingga wajar saja, Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah saat ini berupaya bagaimana kebutuhan dasar masyarakat terutama listrik ini bisa benar-benar dapat dipenuhi dan bisa dinikmati masyarakat, hingga ke pelosok daerah. Sehingga wajar saja, masyarakat menyambut baik program pemerintah untuk pemenuhan listrik masyarakat, terutama masyarakat di pedalaman. Demikian diungkapkan Yuyun (30) warga Topo Indah Kecamatan Sangatta Selatan.

Dirinya yang kelahiran asli desa setempat dan telah hidup selama 30 tahun ini, sejak kecil hingga kini memiliki anak 3, mengaku belum pernah menikmati listrik negara atau listrik dari PLN. Selama ini, warga sekitar hanya bergantung dari listrik pemberian perusahaan PT Pertamina EP Sangatta Field, yang memang beroperasi di kawasan tempat tinggal mereka. Walaupun demikian, listrik yang diberikan perusahaan hanya teraliri selama 12 jam atau sejak pukul 18.00 wita hingga pukul 06.00 wita pagi. Itupun dayanya sangat terbatas dan hanya cukup untuk penerangan dan nonton televisi. Jika ada warga yang menggunakan daya berlebih, maka listrik yang ada akan jeglek dan mati berulang-ulang sepanjang malam. Bahkan sering kali sepanjang malam aliran listrik terputus akibat daya yang digunakan masyarakat terlalu besar.

Karena itu, Yuyun mengaku sangat gembira jika program listrik PLN benar-benar masuk ke kampungnya. Karena tentu, menikmati fasilitas listrik yang memadai merupakan impian semua warga dusun Topo Indah. Sehingga bukan hanya sujud syukur jika benar-benar kampungnya teraliri listrik PLN, tetapi hingga jungkir balik kegirangan karena bisa menikmati listrik PLN.

(Butuh Listrik PLN – Voice Warga Yuyun)

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan, Iwan juga mengaku jika warga Sangkima menyambut gembira dengan adanya program listrik PLN yang masuk ke desa mereka. Dikatakan, saat ini sudah ada 400 rumah yang sudah mendaftarkan pemasangan listrik PLN, walaupun baru tiang listrik PLN di kampungnya ini belum semuanya berdiri. Warga dengan senang hati membayar biaya pemasangan instalasi listrik PLN dengan biaya Rp 3,7 juta per rumah.

Lanjut Iwan, selama ini warga Desa Sangkima hanya bergantung pada listrik kampung yang menggunakan mesin genset. Sementara untuk biaya bahan bakar minyak (BBM) solar mesin genset, setiap rumah dikenakan biaya Rp 300 ribu per bulannya. Itu pun selain daya yang digunakan terbatas, juga aliran listrik hanya 12 jam saja. Dirinya sangat berharap pada bulan Desember mendatang, PLN benar-benar merealisasikan program listrik yang sudah disosialisasikan kepada warganya.

(Butuh Listrik PLN – Voice Sekdes Sangkima)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments