Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 7 Tantangan Kutim Yang Harus Diselesaikan

7 Tantangan Kutim Yang Harus Diselesaikan

(651 Views) Oktober 13, 2016 4:31 pm | Published by | No comment

Sangatta. Dalam upaya percepatan pembangunan tentu perlunya dukungan dan sinergitas antara Pemerintah Daerah, DPRD, Stake Holder dan seluruh elemen masyarakat, agar roda pembangunan dapat berjalan lancar dan tetap di dalam jalurnya. Namun tentu ada beberapa hal atau tantangan yang harus dihadapi Pemerintah dan masyarakat Kutai Timur yang harus diselesaikan, agar Kutai Timur benar-benar bisa mewujudkan kesejahteraan.

Menurut Bupati Kutai Timur Ismunandar, ada 7 (tujuh) tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan pemerintah Kutai Timur, ke depan. Ketujuh tantangan tersebut yang pertama, adalah dalam bidang geomofologi dan lingkungan hidup. Yakni upaya pemerintah dan masyarakat Kutim dalam upaya mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan hidup terutama dengan meminimalisir kegiatan eksploitasi illegal. Tantangan kedua yakni dalam bidang demografi, bahwa dalam upaya menghadapi tingkat kompetensi dalam dunia gobal yang semakin tinggi. Sehingga penduduk lokal mampu berperan dan tidak semakin termarjinalkan.

Selanjutnya yakni tantangan yang ketiga, adalah dalam bidang ekonomi dan sumber daya alam. Yakni bagaimana pemerintah Kutim mampu menyeimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan upaya memberdayakan sektor-sektor ekonomi yang menjadi sektor ekonomi dasar. Yaitu, sektor pertanian dan sektor industri beserta upaya pengolahannnya sehingga mampu menjadi sektor unggulan. Hal ini sudah sejalan dengan program kebijakan pemerintah Kutim dalam upaya menitik beratkan pembangunan ekonomi di desa melalui program gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu (GERBANG DESA MADU). Termasuk yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat dan pemerintah Kutim memiliki shering atau hak investasi terhadap sektor-sektor ekonomi unggulan. Sehingga ekonomi lokal semakin kuat.

Lanjut Bupati Ismu, tantangan keempat adalah dalam bidang sosial budaya dan politik, bagaimana masyarakat dan pemerintah Kutim mampu membendung budaya asing yang masuk dan bertentangan dengan budaya lokal. Mengurangi kesenjangan sosial, memberikan pelajaran berpolitik kepada masyarakat serta menciptakan kondisi iklim yang kondusif dalam kehidupan berdemokrasi. Sementara dalam bidang sarana dan prasarana yang merupakan tantangan kelima dalam pengembangan wilayah, adalah bagaimana menselaraskan dan mengharmoniskan asas-asas pembangunan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan pertumbuhan, keadilan, pemerataan dan keseimbangan.

Tantangan keenam dalam bidang pemerintahan, selain mampu meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat, juga perlu adanya kompetensi dengan daerah lain. Sehingga dituntut untuk mampu memiliki daya saing dan tidak tertinggal dengan daerah lainnya. Sedangkan tantangan terakhir atau tantangan ketujuh adalah tantangan dalam bidang keuangan daerah. Adalah bagaimana pemerintah Kutim mampu meningkatkan penerimaan daerah terutama dari sumber pendapatan asli daerah, mengingat semakin berkurangnya dana bagi hasil dan alokasi umum dengan pemerintah pusat. Selain itu, perlunya efisiensi dan efektifitas belanja daerah, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar.

(Voice : Bupati – 7 Tantangan)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments