Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Antisipasi Kebutuhan Mendesak, DPU Kutim Minta Alokasi Dana Swakelola Ditambah

Antisipasi Kebutuhan Mendesak, DPU Kutim Minta Alokasi Dana Swakelola Ditambah

(578 Views) Februari 6, 2018 5:50 pm | Published by | No comment

Sangatta – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur, Aswandini Eka Tirta berharap tahun ini Pemerintah Kutim bisa menganggarkan lebih dana swakelola pada instansi yang kini dipimpinnya. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi, hingga mengakibatkan longsoran dan amblas jalan di beberapa wilayah di Kutim.

Ditemui di ruang kerjanya siang tadi, Aswan menerangkan dengan kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi saat ini, mudah terjadi longsoran atau amblasan di beberapa wilayah di Kutim. Seperti longsor yang terjadi di jalan poros Sangatta – Rantau Pulung, atau amblasan badan jalan yang terjadi di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutim dan beberapa titik ruas jalan di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, yang memerlukan tindakan cepat.

Lanjutnya, ditengah kondisi keuangan Kutim yang saat ini belum ada pencairan, maka disinilah berperannya dana swakelola. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sifatnya penting dan sangat mendesak tersebut, pihaknya mengerjakan perbaikan-perbaikan dengan menggunakan peralatan milik PU sendiri, membeli bahan bakar sendiri dan membayar upah buruh sendiri, melalui dana swakelola. Jika harus menunggu pekerjaan ditenderkan atau dikontrakkan kepada pihak ketiga, maka perbaikan tidak bisa segera dilaksanakan. Belum lagi yang dihadapi adalah putusnya jalan penghubung antara dua kecamatan yang merupakan satu-satunya akses transfortasi dan mobilitas masyarakat.

Lebih jauh dikatakan Aswan, dana swakelola ini juga dilakukan oleh Dinas PU Provinsi dan Pusat. Dirinya sudah meminta langsung kepada Wakil Bupati Kutim, kasmidi Bulang agar alokasi dana swakelola Dinas PU Kutim tahun ini bisa dianggarkan lebih. Jika melihat dari kondisi tahun-tahun sebelumnya, maka kebutuhan dana swakelola PU Kutim bisa mencapai antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar pertahunnya.

Voice : Ayu Wulandari

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments