Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » BLH Kutim Sayangkan Jika Karst Dieksploitasi

BLH Kutim Sayangkan Jika Karst Dieksploitasi

(457 Views) Desember 16, 2015 9:33 am | Published by | No comment

Sangatta. Ancaman kerusakan alam yang bakal dialami kawasan Karst Sangkulirang – Tanjung Mangkalihat akibat adanya rencana ekplorasi penambangan oleh pabrik semen, ternyata mampu merubah dan merusak ekositem kawasan karst yang saat ini sudah terbentuk secara alami. Terlebih karst Sangkulirang – Tanjung Mangkalihat ini yang diketahui sebagai sumber mata air bagi lima sungai besar yang ada di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, seperti Sungai Bengalon dan Sungai Karangan di Kutim serta Sungai Tabalar, Sungai Lesan dan Sungai Pesab di Kabupaten Berau.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur Ence Ahmad Rafiddin Rizal didampingi Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Konservasi Sumber Daya Alam Budi Siswanto, mengatakan bahwa karst merupakan satu kesatuan ekosistem. Walaupun sebagian saja wilayah tersebut berubah fungsinya maka tentu akan sangat berpengaruh besar kepada wilayah karst lainnya.

Dikatakan Budi, memang hingga saat ini belum ada deliniasi luasan karst yang pasti oleh Bappeda Kutim yang masuk dalam kawasan konservasi. Hal tersebut juga menunggu putusan dari RTRW Kaltim. Dengan luasan yang sangat besar mencapai 1.800 ha maka deliniasi kawasan karst ini bisa kemungkinan baru bisa di selesaikan 1 hingga 2 tahun.

(voice)

Sementara terkait adanya izin perkebunan sawit yang ada disekitar kawasan karst, Budi mengatakan perkebunan tersebut berada di bawah kaki pegunungan karst. Hal ini hanya akan berdampak pada hasil proses deliniasi kawasan karst kelak apakah areal perkebunan tersebut nantinya masuk atau harus dikeluarkan dari luasan kawasan karst yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments