Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » BPS: SENSUS EKONOMI PERDANA DIAWALI DARI RUJAB

BPS: SENSUS EKONOMI PERDANA DIAWALI DARI RUJAB

(444 Views) Mei 11, 2016 7:58 am | Published by | No comment

SANGATTA – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 secara serentak di Kabupaten Kutai Timur dimulai pada tanggal 1 Mey 2016. seluruh petugas SE2016 sudah melakukan pendataan di masing- masing wilayah/ tempat yang sudah dibagi. dikatakan kepala BPS Kutim Achmad Yasid, pendataan SE2016 di Kutai Timur diawali dari kediaman bupati Ismunandar tepatnya di rumah jabatan bupati rujab bukit pelangi. Ismunandar seperti diungkapkan Achmad, bersedia di data oleh petugas dan hari ini merupakan hari yang kesebelas. sedangkan yang didata dalam pendataan ini adalah seluruh usaha kecuali usaha pertanian dimana untuk usaha pertanian sudah didata pada SE2016 pada tahun 2013. kepala BPS Kutim berharap kegiatan ini dapat berakhir dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik pula dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah ataupun pihak pengusaha untuk membuat suatu kebijakan maupun perencanaan- perencanaan di masa yang akan datang karena didalam pendataan ini kita akan mendapatkan data- data tentang jenis usaha, klasifikasi maupun skala usaha yang ada termasuk penerapan tenaga kerja oleh unit- unit usaha tersebut. jadi data tersebut sangat penting sekali untuk perencanaan pemerintah di masa yang akan datang. “kepala BPS dalam Talk Show Interaktif di Rpd Kutim padi tadi”. (Voice: Achmad Yasid, Kepala BPS Kutim). 

Voice Kepala BPS

sementara itu ketika ditanya sebenarnya apa perbedaan antara Sensus Ekonomi dan Sensus Penduduk yang selama ini rutin dilakukan, dikatakan, perbedaanya terdapat pada sasarannya. sedangkan untuk objeknya atau yang didata itu sama saja yaitu rumah tangga- rumah tangga yang ada diseluruh indonesia. “hanya saja sasaran yang ingin dicapai itu berbeda, kalau sensus penduduk kita hanya ingin mengetahui jumlah penduduk yang bermukim di suatu wilayah tertentu. sedangkan untun SE untuk mengetahui jumlah usaha sesuai dengan klasifikasinya maupun skalanya, jadi hanya untuk kegiatan ekonomi sebutnya.

Adapun metode yang dilakukan dalam Sensus Ekonomi yaitu adanya perbedaan antara wilayah yang disebut dengan wilayah konsentrasi usaha dengan wilayah pedesaan. untuk wilayah pedesaan sendiri itu dibagi dua lagi yakni wilayah pedesaan konsentrasi usaha dan wilayah pedesaan yang non konsentrasi usaha. untuk wilayah kota semua dilakukan pendataan sedangkan untuk desa non konsentrasi dilakukan sampling sebesar 25%  alasannya biasanya di pedesaan jumlah usahanya sedikit. mekanisme pendataan sendiri yakni door to door dan dilakukan wawancara dengan pemilik rumah atau kepala rumah tangga apakah didalam rumah tangga ini ada usaha tidak. hal ini dilakukan untuk menggali informasi apabila ada kegiatan ekonomi yang tidak terlihat mata seperti usaha online.

Ditanya seperti pendataan yang dilakukan di kediaman bupati, Achmad menjelaskan ditempat bupati tidak mempunyai usaha selain jabatannya sebagai bupati. “beliau mengatakan tidak punya usaha selain jabatan beliau maupun isteri beliau tidak ada usaha”. seperti ditirukan Achmad.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments