Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Bupati : Gaji dan Insentif Dokter Specialis Akan Ada Perbedaannya

Bupati : Gaji dan Insentif Dokter Specialis Akan Ada Perbedaannya

(447 Views) April 28, 2016 8:54 am | Published by | No comment

Sangatta – Bupati Kutai Timur, mengatakan ABPD Kutim merupakan tiga terseluruh Indonesia tetapi pada perjalanannya IPM Kutai Timur dua dari bawah, dalam Indeks Pembangunan Manusia salah satunya indikatornya adalah Bidang Kesehatan, hal ini ada apa? Harusnya lebih banyak uangnya artinya masyarakatnya sejahtera namun pada kenyataan IPM Kutim nomor dua dari bawah, dan ini tentu ada sesuatu, sesuatu inilah yang dicari.

Bupati berharap kepada IDI cabang Kutim yang banyak melakukan komunikasi dengan dokter-dokter yang ada di Kecamtan-Kecamatan, maka dari itu Dia menginginkan dalam 2-3 tahun kedepan seluruh Puskesmas ki Kutim harus dibangun dengan bangunan yang standar. contohnya Puskesmas yang ada di Kecamatan Muara yang bangunan merupakan bekas Perusahaan, dan bangunan tersebut masih dari kayu yang dipakai sampai sekarang. Dia mengatakan sarananya saja tidak standar, bagaimana dokter mau bertahan, padahal di Kecamatan-Kecamatan yang ada di Kutim banyak Perusahaan-Perusahaan yang besar, inilah yang diminta dari pihak perusahaan pada CSR namun tidak tersentu, yang sebenarnya menjadi kewajiban.

Maka ketika itu Rumah Sakit Pratama yang akan didirikan di Sangkulirang, ada kewajiban Pemerintah untuk menambah dokter specialis, kalau dikota bangun dan Malinau dapat menggaji dokter specialisnya sampai Rp 50.000.000/bulan, ini harus dipelajari, di Kutai Timur kenapa tidak diterapkan, termasuk insentif dokter. Ini yang dinginkan Bupati berikan masukan, dan harus ada pembandingnya di Provinsi Kalimantan Timur ini, harus ada dasar. Bupati juga menginginkan kesejahteraan dokter-dkoter di Kutim diperhatikan, apa yang disampaikan IDI yang dapat memberikan arahan. IDI diminta membawa proposal secara resmi, telaahnya yang wajar pengagajian itu berapa, karena di Kutim ini disamakan penggajian dokter-dokternya.

Menurut Bupati sendiri harus ada perbedaan yang atau kelebihan yang akan diberikan kepada dokter-dokter specialis termasuk apa yang menjadi program-program dari IDI berikan masukan kepada Bupati teruma program penyuluhan kesehatan di Desa-Desa. Selain itu, Bupti ingin Komunikasi dengan IDI Kutim tidak hanya sampai disini saja, namun ini ada diskusi lebih lanjut, sekitar 3 bulan sekali, agar persoalan-persoalan kesehatan yang ada di Kutim dapat diselesaikan.

Voice Bupati_Gaji dan Insentif harus ada perbedaan

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments