Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Cold Storage dan Pabrik Es Kenyamukan Mangkrak, Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim Akui Tak Punya Anggaran Operasional

Cold Storage dan Pabrik Es Kenyamukan Mangkrak, Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim Akui Tak Punya Anggaran Operasional

(769 Views) November 8, 2016 5:42 pm | Published by | No comment

images-5

Sangatta. Belum beroperasinya cold storage atau tempat pembekuan ikan serta pabrik es di pusat pelelangan ikan (PPI) Kenyamukan Sangatta, diakui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Timur, akibat permasalahan angaran dan pengelolaannya. Padahal cold storage dan pabrik es ini sudah berdiri sejak awal tahun 2014 silam dan sangat dibutuhkan nelayan yang biasa sandar di PPI Kenyamukan. Akibat belum beroperasionalnya kedua fasilitas pendukung kegiatan nelayan ini, menyebabkan banyak nelayan yang enggan melakukan bongkar ikan hasil tangkapan di PPI Kenyamukan.

Menurut Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim, Paulina ada 2 (dua) hal permasalahan yang menjadi kendala utama tidak beroperasinya pembeku ikan dan pabrik es di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PPI Kenyamukan. Yang pertama adalah tidak adanya alokasi anggaran operasional terutama untuk bahan bakar minyak solar. Hal ini karena baik pabrik es maupun cold storage jika ingin beroperasi harus menggunakan mesin genset yang sekali operasional memerlukan minimal 3 drum bahan bakar minyak (BBM) solar atau lebih dari 300 liter solar per harinya. Sementara anggaran untuk membeli BBM tersebut tidak teranggarkan. Terlebih di wilayah tersebut juga belum ada jaringan listrik PLN yang masuk.

Lanjut Paulina, yang menjadi permasalahan kedua dalam pengelolaan cold storage dan pabrik es di PPI Kenyamukan, adalah pengelolaan kedua aset milik daerah tersebut belum diserahkan kepada pihak ketiga agar bisa berjalan. Memang keduanya berada dibawah UPTD PPI, namun dalam pengelolaannya harus diserahkan kepada pihak ketiga. Jika kedua permasalahan ini terpecahkan maka dipastikan fasilitas cold storage atau pembeku ikan dan pabrik es ini akan berjalan.

(Voice : Kelautan Paulina – Cold Storage dan Pabrik Es Mangkrak)

Sementara terkait keberadaan Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) di PPI Kenyamukan, Paulina mengatakan bahwa SPBN tersebut sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan belum diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah Kutim dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan. Terlebih ada permasalahan dengan pihak kontraktor yang membangun SPBN tersebut, sehingga sebagian kelengkapan SPBN sudah dibongkar dan tidak bisa digunakan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments