Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Dana Dipangkas, Badan Ketahanan Pangan Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Embung Desa

Dana Dipangkas, Badan Ketahanan Pangan Kutim Gandeng Perusahaan Bangun Embung Desa

(483 Views) Agustus 31, 2016 8:43 am | Published by | No comment

Sangatta. Belajar dari kondisi kemarau beberapa waktu lalu dan rusaknya kondisi alam saat ini, Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kutai Timur tahun ini sudah merencanakan pembangunan embung desa yang rencananya akan dibangun di 8 (delapan) kecamatan di Kutim. Namun akibat defisit anggaran, pembangunan delapan embung ini terancam gagal dilaksanakan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kutai Timur, Hormansyah, mengatakan bahwa sumber air yang ada di Kutim seperti waduk dan sungai saat ini kondisinya rusak dan kurang baik untuk digunakan sebagai bahan baku konsumsi air bersih masyarakat serta pengairan pertanian. Pihaknya sebenarnya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan ada pembangunan embung desa. Bahkan di beberapa wilayah yang memang sudah menjadi target pembangunan telah dilakukan perencanaan matang, termasuk persiapan lokasinya. Seperti di Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Teluk Pandan, Kecamatan Rantau Pulung, Kecamatan Kaliorang dan lainnya. Namun akibat kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit saat ini maka anggaran tersebut dipangkas dan ditarik kembali oleh pemerintah Kutim. Sehingga pembangunan embung-embung ini terancam gagal.

Lanjut Hormansyah, untuk pembangunan satu embung nilainya beragam. Ada yang menghabiskan anggaran Rp 400 juta hingga Rp 600 juta. Tergantung kondisinya di lapangan. Namun total anggaran keseluruhan untuk membangun embung-embung yang ditarik kembali oleh Pemkab Kutim tesebut berkisar Rp 8 miliar. Salah satunya cara agar embung-embung ini tetap dapat terbangun adalah dengan mengajak masyarakat setempat bergotong-royong dan menggunakan dana desa. Selain itu juga mengajak pihak perusahaan yang ada di kecamatan setempat untuk berpartisipasi dalam pembangunan embung desa tersebut. Sehingga tidak sepeserpun menggunakan dana APBD II Kutim.

(Voice : Hormansyah – Pembangunan Embung)

Dirinya berharap, pembangunan embung-embung desa ini dapat terlaksana walaupun dalam kondisi krisis keuangan daerah saat ini. Terlebih masyarakat di pedesaan benar-benar berharap pembangunan embung ini bisa diwujudkan. Dengan adanya embung ini selain nantinya sebagai sumber air bersih masyarakat, tentu juga sebagai sumber pengairan pertanian yang akan menopang penguatan dan kemandirian ketahanan pangan masyarakat desa, khususnya pangan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments