Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Diajak Waspadai DBD, Masyarakat Diminta Budayakan 3M Plus

Diajak Waspadai DBD, Masyarakat Diminta Budayakan 3M Plus

(434 Views) Januari 6, 2016 10:21 am | Published by | No comment

Sangatta. Memasuki musim penghujan, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Musim penghujan yang sudah dimulai pada bulan November 2015 lalu dan diperkirakan puncaknya pada bulan Maret 2016 nanti, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan penderita DBD di Kabupaten Kutai Timur.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, pada bulan November 2015 tercatat terjadi 22 kasus DBD dan 1 meninggal dunia. Sedangkan pada bulan Desember terjadi 64 kasus DBD dan 1 meninggal dunia. Sementara pada tahun 2015 total terjadi 523 kasus DBD dan 6 orang meninggal dunia. Angka ini terjadi peningkatan dua kali lipat dari tahun 2014 lalu yang berjumlah  235 kasus DBD dan 2 orang meninggal dunia. Daerah yang masih menjadi zona rawan DBD masih seputar Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Wahau dan Teluk Pandan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur dr Aisyah didampingi Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Mulyono, mengatakan bahwa penyebaran DBD kali ini bukan karena migrasi nyamuk Aedes Aegypti namun terjadi migrasi penderita. Seperti penderita DBD di Bengalon yang kemudian dirawat di Sangatta, kemudian terjadi penularan. Selain itu, pola perilaku hidup masyarakat yang kurang memperdulikan kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu penyebab peningkatan dan penyebaran kasus DBD tahun 2015 lalu. Sementara faktor eskternal seperti mandeknya kader jumantik (Pemantau jentik) dan terbatasnya alokasi anggaran penanggulangan DBD yang hanya Rp 500 juta, menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus DBD di masyarakat.

Lanjut Aisyah, dirinya menghimbau kepada masyarakat Kutai Timur untuk kembali menerapkan prilaku 3M Plus (Menguras, Mengubur, Menutup dan tidak menaruh baju bergantung di sembarang tempat). Memperhatikan tempat-tempat kososng seperti kaleng-kaleng bekas yang dibuang sembarang tempat dan akhirnya menjadi wadah penampungan air tempat berkembangbiaknya larva Aedes Aegypti. Warga juga diminta menaburkan bubuk abate yang bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas terdekat. Sementara itu, tindakan foging dinilai bukanlah menjadi solusi terbaik memberantas nyamuk. Namun menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi tindakan utama mencegah penyebaran DBD.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments