Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Disperindag Kutim Pastikan Izin Miras Yang Beredar di Kutim Kadaluarsa

Disperindag Kutim Pastikan Izin Miras Yang Beredar di Kutim Kadaluarsa

(449 Views) Januari 7, 2016 12:16 pm | Published by | No comment

Sangatta. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur akhirnya angkat bicara terkait adanya dokumen izin penjualan minuman keras (Miras) yang terungkap saat jajaran Polres Kutai Timur menggelar operasi cipta kondisi jelang perayaan pergantian tahun baru 2016, (30/12) lalu. Pasalnya dalam giat razia tersebut, Polres Kutim menemukan ratusan botol miras dengan berbagai merk dan kandungan alkohol dari 4 Kafe dan 4 Toko kelontongan di Sangatta yang kedapatan menjual miras tanpa memiliki izin resmi. Sementara, kepolisian juga menemukan beberapa toko dan Kafe-kafe yang memiliki izin menjual miras, sehingga aparat tidak bisa menyita miras yang dijajakan.

Kepala Disperindag Kutai Timur Irawansyah didampingi Kepala Seksi Pendaftaran Usaha dan Perizinan M Reza Pahlevy, mengatakan bahwa saat ini di Kutai Timur hanya ada 6 usaha Kafe atau Tempat Hiburan Malam (THM) yang memiliki izin resmi menjual miras. Dari keenam THM ini pun hanya 3 yang mengantongi izin miras golongan A,B dan C. Sementara ketiga lainnya hanya mengantongi izin miras golongan A. Bahkan perizinan menjual miras keenam THM inipun akan berakhir pada awal tahun ini. Ditambahkan Levy, dirinya berani memastikan bahwa dokumen perizinan menjual miras (SIUP-MB) yang ditunjukkan para pemilik toko kepada aparat kepolisian saat dilakukannya razia beberapa waktu lalu, sudah kadaluarsa atau mati. Sehingga miras yang meraka jual adalah illegal. Hal ini karena sejak April 2015 lalu, Disperindag Kutim sudah menyebarkan Surat Edaran Bupati Kutai Timur terkait larangan bagi Minimarket dan Toko se luruh Kutai Timur untuk menjual minuman beralkohol.

Diakuinya, ada beberapa pemilik toko yang saat ini habis masa berlaku izin menjual mirasnya hendak melakukan perpanjangan izin kembali, namun ditolak tegas. Hal ini mengacu pada edaran Bupati Kutim tersebut. selain itu, ingin menerbitkan izin penjualan miras, para pemilik toko sebelumnya harus memiliki rekomendasi izin gangguan (HO) yang ditandatangani oleh Bupati Kutim sendiri. Sehingga mustahil jika Bupati memberikan izin gangguan untuk menjual miras.

(voice : Levy)

Sementara itu, terkait upaya penindakan kepada para penjual miras “bandel” tersebut, Kepala Bidang Pengendalian dan Perlindungan Konsumen, Sulastin mengatakan bahwa pihaknya segera akan melakukan tindakan terhadap para pedagang nakal yang menjual miras tanpa izin ini. Namun tentu tetap menunggu selesainya revisi Perda Miras yang diperkirakan pada awal tahun ini disahkan di DPRD Kutim. Penindakan nanti akan menggandeng Satpol PP dan aparat Kepolisian. Bukan hanya sekedar menyita miras yang ada namun izin usaha mereka juga akan dicabut. Bahkan para pemilik usaha nantinya juga bisa berurusan dengan aparat kepolisian jika tetap ngotot berjualan.

(voice : Sulastin)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments