Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » DLH Himbau Perusahaan Tambang Tidak Gunakan Jalan Umum

DLH Himbau Perusahaan Tambang Tidak Gunakan Jalan Umum

(712 Views) Agustus 25, 2017 11:14 am | Published by | 1 Comment

 

Sangatta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur himbau perusahaan tambang tidak gunakan jalan umum dalam beroperasi. Masih adanya perusahaan tambang yang menggunakan jalan umum, menjadi perhatian DLH dengan memberikan himbauan langsung kepada perusahaan, untuk membuat jalur underpass maupun flyover agar tidak menggangu pengguna jalan lain.

Kepala Dinas LH Kutim, Ence Achmad Rafiddin Rizal mengatakan memang sudah ada aturan yang mewajibkan perusahaan tambang atau sawit yang melewati jalan negara atau provinsi, yang merupakan fasilitas umum, maka tidak boleh melewati jalur tersebut secara langsung. Akan tetapi harus menggunakan jalan terowongan atau underpass serta jembatan layang atau flyover, yang dibangun oleh perusahaan itu sendiri.

Lanjutnya, saat ini salah satu perusahaan tambang di Kutim yang belum memiliki jalur underpass adalah PT Indexim Coalindo yang ada di Kecamatan Kaliorang. Ketika pihak Indexim mengajukan rencana untuk penurunan level jalan houling mereka, kemudian DLH menyarankan juga untuk membangun jalur underpass pada jalan negara yang mereka lewati, dan pihak perusahaan menyetujuinya. Harapan DLH Kutim, jalur underpass tersebut sudah selesai dibangun dan bisa digunakan pada 2018 mendatang.  Beberapa perusahaan pertambangan yang sudah membuat jalur underpass diantaranya seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT GAM (Ganda Alam Makmur) di Sangkulirang.

Pembuatan jalur underpass tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 10/2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kepala Sawit. Selain Perda, aturan ini juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 43/2013 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kengiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kelapa Sawit. . Penggunaan jalur underpass atau flyover bagi perusahaan tambang dan kelapa sawit ini wajib dilaksanakan. Jika melanggar atau tidak mematuhi aturan tersebut maka selain diberikan sanksi Rp50 juta atau enam bulan kurungan, juga akan disanksi administrasi mulai dari peringatan, paksaan, penghentian sementara operasional angkutan hingga pencabutan izin.

Area lampiran

Perusahaan dilarang menggunakan jalur umum dikarenakan dapat berdampak pada kerusakan jalan dikarenakan muatan yang diabwa berat, menyebabkan rawan kecelakaan, banyaknya debu yang dapat menggangu kesehatan masyarakat.

Voice : Reporter / Khusnul khotimah

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments