Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » DPRD Kutim Minta Pemerintah Kutim dan MUI Kutim Ambil Langkah Kongkrit, Terkait Permasalahan Keraguan Kehalalan Ayam Potong di Kutim

DPRD Kutim Minta Pemerintah Kutim dan MUI Kutim Ambil Langkah Kongkrit, Terkait Permasalahan Keraguan Kehalalan Ayam Potong di Kutim

(442 Views) Juni 24, 2016 8:30 am | Published by | No comment

Sangatta. DPRD Kutai Timur meminta Pemerintah Kutai Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim untuk mengambil langkah kongkrit terkait permasalahan keragu-raguan kehalalan ayam potong di Kutai Timur. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Kutim Shobirin Bagus, menanggapi statmen Ketua MUI Kutim Muhammad Adam, yang mengaku meragukan kehalalan ayam potong yang beredar di pasaran di Kota Sangatta dan Kutim pada umumnya.

Menurut Politisi Partai Kesatuan Bangsa (PKB) ini, bahwa dalam Islam, setiap muslim wajib memakan rizeki yang halal. Halal dalam hal dzat, halal cara mendapatkannya, dan halal cara pengolahannya. Kehalalan cara pengelolaanya ini termasuk cara penyembelihannya bagi hewan yang harus sesuai dengan syariat Islam. Minimal dalam tata cara penyembelihan hewan harus mengucapkan asma Alloh atau Basmallah. Kemudian memastikan putusnya empat urat di leher hewan tersebut, baik dua urat di kanan dan kiri, serta urat pernapasan dan urat masuknya makanan di kerongkongan.

Lanjut mantan Ketua MUI Kutim ini, jika melihat fakta di lapangan, tata cara pemotongan ayam sangat meragukan, apakah keempat urat ini putus semua atau tidak. Jika putus semua maka sah mana kala kita tidak meragukannya. Dahulu, sempat diwacanakan penjual ayam potong dan pemotong ayam bersertifikat MUI Kutim.  Namun repon para pemotong ayam di Kutim ini sangat rendah saat dilaksanakan pelatihan pemotongan hewan secara syariat Islam.

Sehingga dirinya berharap Pemerintah Kutim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim bersama MUI Kutim kembali melakukan sosialisasi dan pelatihan tata cara pemotongan hewan yang benar secara syariat Islam, baik kepada pemotong ayam dan penjagal sapi, serta Rumah Potong Hewan (RPH) di Kutai Timur. Karena jika salah dalam tata cara pemotongannya, maka hewan atau ayam potong tersebut disamakan dengan bangkai. Sementara umat Islam diharamkan memakan bangkai, sesuai Firman Alloh SWT, bahwa diharamkan bagimu memakan mayit atau bangkai, darah, daging babi dan hewan yang dipotong tanpa mengucapkan Asma Alloh.

(Voice : DPRD Shobirin Bagus – Ragukan Kehalalan Ayam Potong di Kutim)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments