Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » DPRD Kutim Minta Pemkab Berau Kooperatif Sikapi Tapal Batas,

DPRD Kutim Minta Pemkab Berau Kooperatif Sikapi Tapal Batas,

(326 Views) Maret 25, 2017 11:05 am | Published by | No comment

Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur meminta kejelasan Pemerintah Daerah Kabupaten Berau, kapan dapat rapat bersama dengan Kabupaten Kutai Timur yang di mediasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Untuk membahas tapal batas yang hingga kini belum tuntas.

Tapal batas Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau hingga kini belum ada kejelasan, meski telah diambil alih oleh tim Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurut keterangan Sekretaris Komisi A DPRD Kutim yang membidangi Pemerintahan, lambatnya proses penyelesaian tapal batas lantaran kurang kooperatifnya Pemkab Berau. Pasalnya, saat ada undangan rapat koordinasi dari Provinsi justru tim dari Berau tidak hadir.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menyiapkan segala bahan kajian dan data mengenai tapal batas dengan Berau. Baik yang di Kecamatan Kongbeng, maupun Kecamatan Sandaran yang berbatasan dengan Berau pesisir.

Menurut Agiel Soewarno, DPR telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Kongbeng untuk melihat kondisi di lapangan. Didapati puluhan ribu hektar lahan Kutim masuk ke wilayah Berau, padahal ada izin perkebunan yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kutim, namun nyatanya kini masuk ke Pemkab Berau.

Politisi Partai PDI Perjuangan menyatakan protes keras, terhadap patok tapal batas berupa cor beton saat ini, yang ternyata menyalahi aturan. Pasalnya, kesepakatan terdahulu patok tersebut bersifat sementara, namun nyatanya dijadikan permanen oleh Berau. Padahal, sesuai peraturan perundang-undangan, yang menjadi acuan tapal batas berupa bentang alam, baik sungai maupun gunung. Dan Kutim telah memilih sungai sebagai batas dengan Berau, namun nyatanya berau tidak menyepakati.

Agiel menambahkan, dari hasil komunikasi dengan masyarakat yang tinggal di wilayah sengketa, antara Berau Dan Kutim. Diketahui bahwa seluruh masyarakat terutama kelompok tani mempertanyakan mengapa wilayahnya masuk ke Berau. Padahal, warga sejak dahulu menyadari jika tinggal di Kutai Timur. Agar pelayanan kepada masyarakat dapat terjangkau, masyarakat tetap memilih sebagai warga Kutim.

 

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments