Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Driver Ponton Tewas Tercebur Sungai Sangatta, Akibat Penyakit Elipsis Kambuh

Driver Ponton Tewas Tercebur Sungai Sangatta, Akibat Penyakit Elipsis Kambuh

(877 Views) Agustus 27, 2017 8:24 pm | Published by | No comment

Sangatta – Seorang driver ponton penyebrangan antar Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, tewas tercebur di tengah Sungai Sangatta, saat mengantarkan Penumpang. Kejadian naas tersebut terjadi, diduga korban penyakit Epilepsi yang dideritanya sejak lama kambuh. Pemuda malanh tersebut, diketahui bernama Andika, yang merupakan  salah satu driver ponton atau kapal penyebrangan Sungai Sangatta.

Menurut keterangan salah satu driver ponton Syarifuddin, kejadian terjadi sekitar pukul 6.30 wita, Minggu (27/8/17), saat Andika hendak mengantarkan salah seorang ibu yang akan ke Pasar. Saat berada di sungai, ponton yang dikemudikan oleh Andika sempat berputar-putar kurang lebih 3 kali, selang tak berapa lama Andika tercebur ke Sungai. Diduga andika terjatuh lantaran penyakit Epilepsi yang dideritanya kambuh, sehingga tidak dapat berenang.

Insert : Syarifuddin (operator ponton)

Syarifuddin menambahkan, selama ini pria kelahiran 1993 tersebut, tidak pernah didampingi oleh rekan kerja yang membantunya. Alhasil, saat kejadian warga baru menyadari jika korban tercebur saat penumpang meminta tolong.

Mendengar teriakan minta tolong, Akmal Husairi salah satu saudara korban segera menuju ke sungai, dan didapati Andika telah tenggelam. Setelah melakukan pencarian kurang lebih 10 menit menggunakan pancing, akhirnya jasad Andika ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.

Insert : Akmal Husairi (Saudara Korban)

Akmal menjelaskan, penyakit ayan anak kedua dari tiga bersaudara tersebut telah diderita sejak lama dan pada tiga bulan yang lalu sempat kambuh. Beruntung korban jatuhnya ke dalam kapal, sehingga dapat tertolong.

Dimata keluarga almarhum merupakan remaja yang giat bekerja. Anak dari pasangan Priyanto dan Husaini, sejak pukul 4.30 pagi telah keluar rumah untuk menyebrangkan masyarakat, hingga pukul 10 malam tanpa pengganti.

Mengetahui Andika tak dapat diselamatkan, keluarga besar sangat kehilangan. Padahal saat ini Andika tengah berusaha menyembuhkan penyakitnya dengan rajin kontrol ke Rumah Sakit.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments