Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Harga Beli Gabah Kering Terlalu Rendah, Dandim Himbau Petani Bantu Bulog

Harga Beli Gabah Kering Terlalu Rendah, Dandim Himbau Petani Bantu Bulog

(520 Views) September 20, 2015 2:03 pm | Published by | No comment

Sangatta. Upaya swasembada beras di Kutai Timur sepertinya akan sulit diwujudkan. Selain terkendala akibat musim kemarau berkepanjangan, juga akibat rendahnya kemampuan nilai beli gabah kering petani oleh Bulog.

Menurut Dandim 0909/Sangatta Letkol (Inf) Ibnu Hudaya, selain permasalahan kemarau yang dihadapi di seluruh Indonesia, ternyata rendahnya nilai beli Bulog terhadap gabah kering petani kini menjadi salah satu penyebab program swasembada beras di Kutim dan Kaltim pada umumnya tidak bisa terwujud.

Lanjutnya, pada beberapa Kecamatan di Kutim yang sudah melangsungkan panen raya, ternyata para petani mampu menjual beras ke pihak perusahaan dengan nilai yang cukup tinggi yakni kisaran harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilonya. Sementara bulog hanya menetapkan nilai beli gabah kering petani yakni Rp7.300 per kilonya. Tentunya nilai ini dinilai sangat merugikan petani jika harus menjual beras mereka kepada Bulog. Sementara mereka diuntungkan jika menjual kepada pihak perusahaan.

Dikatakan Letkol Ibnu Hudaya, pihaknya tentu tidak bisa memaksa petani agar harus menjual bersnya hanya kepada Bulog. Namun dirinya menghimbau kepada Camat dan para petani bahwa selama ini pemerintah sudah memberikan bantuan baik berupa bibit, pupuk hingga peralatan pertanian agar meringankan dan memudahkan petani dalam bercocok tanam. Sehingga tidak ada salahnya jika para petani ini mau menyisihkan sedikit hasil panennya untuk dijual kepada bulog agar program swasembada beras yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujud. Dengan asumsi satu petani atau setiap gabungan kelompok tani (Gapoktan) bisa mengalokasikan 15 kg hingga 25 kg beras di setiap kecamatan, maka Kutim bisa mengalokasikan hingga 30 Ton beras untuk dapat diserap Bulog. Sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor beras lagi.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments