Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » HIV-Aids Kutim Meningkat, Bupati Minta Harus Ada Penanganan Khusus

HIV-Aids Kutim Meningkat, Bupati Minta Harus Ada Penanganan Khusus

(2671 Views) Januari 25, 2017 4:47 pm | Published by | 256 Comments

aids images

Sangatta. Perkembangan kasus pengidap HIV-Aids di Kabupaten Kutai Timur dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir sejak tahun 2014 hingga akhir 2016, cukup memprihatinkan. Dalam dua tahun saja terjadi lonjakan besar pengidap HIV-Aids di beberapa kecamatan. Pada tahun 2014, jumlah pengidap HIV-Aids di Kutim berjumlah 182 orang. Sementara pada akhir tahun 2016, jumlah tersebut terjadi peningkatan 111 orang atau menjadi 293 orang pengidap HIV-Aids.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi program penanganan HIV-Aids di Kutai Timur, Rabu (25/1) pagi tadi, dipaparan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kutai Timur, ada dua kecamatan, yakni Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Muara Wahau, yang dalam dua tahun saja mengalami lonjakan yang signifikan jumlah pengidap HIV-Aids. Pada tahun 2014, di kecamatan Sangatta Utara pengidap HIV-Aids berjumlah 58 orang dan pada akhir 2016 meningkat 40 orang menjadi 98 orang pengidap HIV-Aids.

Sementara lonjakan signifikan terjadi di Kecamatan Muara Wahau. Karena pada tahun 2014 tercatat hanya 6 orang pengidap HIV-Aids, namun diakhir tahun 2016 meningkat 37 orang atau menjadi 43 orang pengidap HIV-Aids. Sedangkan 2 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Rantau Pulung yang pada tahun 2014 silam tidak terdeteksi ada pengidap HIV-Aids, namun diakhir tahun 2016 tercatat masing-masing ada 2 orang pengidap HIV-Aids.

Mencermati laporan evaluasi tersebut, Bupati Kutai Timur Ismunandar meminta harus ada langkah-langkah penanganan serius dari pemerintah dan seluruh stake holder terhadap penanganan dan pencegahan HIV-Aids di Kutim. Terlebih dalam penyebaran kasus HIV-Aids di beberapa kecamatan, disinyali peningkatan terjadi karena adanya eksodus atau perpindahan pengidap HIV-Aids dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Seperti perpindahan pengidap HIV-Aids dari Kecamatan Sangatta Utara ke Kecamatan Muara Wahau.

Lanjut Ismu, langkah awal yang harus dilakukan adalah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dan penyebaran HIV-Aids di Kutim. Khususnya di kecamatan terpencil, sosialisasi HIV-Aids harus lebih ditingkatkan lagi. Kemudian terus melakukan pemantauan serta melakukan pemberian obat dan vaksin secara rutin kepada masyarakat yang telah terlanjur mengidap HIV-Aids. Serta berupaya agar menekan dan mencegah meluasnya penularan HIV-Aids di lingkungan masyarakat dengan turut melibatkan pemuka agama dan Dai-dai pembangunan. Selain itu, pemerintah Kutim juga tetap berkomitme untuk menutup lokasi-lokasi prostitusi yang ada di kecamatan, untuk memutus mata rantai penyebaran HIV-Aids yang ada di Masyarakat.

(Voice : Bupati – HIV-Aids)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

256 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments