Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Illegal Loging Masih Sering Terjadi di Hutan Taman Nasional Kutai

Illegal Loging Masih Sering Terjadi di Hutan Taman Nasional Kutai

(555 Views) Desember 8, 2015 10:35 pm | Published by | No comment

Sangatta. Memasuki babak baru keputusan alih fungsi sebagian Taman Nasional Kutai (TNK) menjadi kawasan APL, ternyata tingkat kerawanan di TNK khususnya kegiatan illegal loging kerap terjadi di kawasan tersebut. Diketahui pada tahun ini hingga awal Desember 2015, sudah terjadi 12 kasus illegal loging di dalam kawasan TNK.

Kepala Seksi Pengelola TNK Wilayah I Hernowo Supriyanto, mengatakan bahwa dari 12 kasus illegal loging yang terjadi di dalam kawasan TNK, lima kasus merupakan kegiatan illegal penebangan kayu pada kawasan asli di dalam TNK. Kegiatan illegal ini melibatkan masyarakat yang bermukim di dalam maupun sekitar TNK. Sementara tujuh kasus lainnya adalah pengangkutan kayu sengon dari dalam kawasan TNK. Pengangkutan kayu sengon ini selain melibatkan masyarakat sekitar juga melibatkan penadah atau pembeli dari luar Kutim yang bernit menjual kayu sengon ini ke wilayah Jawa.

Keduabelas kasus ini, kini sudah ditangani penyidik TNK dan telah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta untuk diproses dan segera diajukan ke persidangan.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Hernowo, perlunya koordinasi dan peran aktif semua pihak terutama aparat keamanan, terlebih dalam mengetahui status alih fungsi sebagian Kawasan Taman Nasional Kutai yang kini sudah ada yang menjadi kawasan APL sesuai keputusan enclave Kementrian Kehutanan.  Namun yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar TNK, bahwa walaupun sebagian TNK sudah beralih fungsi namun kealamian hutan Taman Nasional Kutai ini harus tetap dipertahankan. Mengingat hutan TNK merupakan salah satu dari paru-paru dunia.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments