Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ingin Bersinergi dengan Pemkab Kutim, Balai TNK Ajak Masyarakat Kutim Kurangi Ketergantungan dengan Hutan

Ingin Bersinergi dengan Pemkab Kutim, Balai TNK Ajak Masyarakat Kutim Kurangi Ketergantungan dengan Hutan

(428 Views) April 13, 2016 12:14 am | Published by | No comment

Sangatta.   Demi menjaga kelestarian dan keaslian hutan Taman Nasional Kutai (TNK), dinilai perlu diambil langkah-langkah stategis. Terutama bagaimana agar masyarakat yang saat ini hidup di sekitar kawasan TNK tidak terlalu tergantung dengan hasil olahan hutan. Demikian diungkapkan Pejabat Sementara (PjS) Kepala Balai TNK Budi Isnaini.

Usai bertatap muka dengan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Rabu (13/4) pagi, Budi mengatakan bahwa Balai TNK siap untuk bersinergi dengan Pemkab Kutim. Terutama bagaimana bersama dalam upaya mengawal dan menjaga keasrian dan kealamiahan hutan TNK yang saat ini menjadi salah satu paru-paru dunia.

Lanjut Budi, untuk mengawal misi ini tentu ada beberapa cara yang dilakukan Balai TNK agar masyarakat sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya akan hasil olahan hutan. Tentunya harus ada upaya pembinaan dan pemberdayaan warga, dengan memberikan pembekalan keterampilan dan keahlian. Sehingga jika masyarakat tidak lagi terlalu tergantung dengan produk hasil olahan hutan, maka dipastikan keaslian dan kealamiahan hutan TNK kembali terjaga karena masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas produksi hingga ke dalam hutan.

(Voice : PjS Kelapa Balai TNK Budi : Kurangi Ketergantungan Atas Hutan)

Sementara itu, terkait usulan Pemkab Kutim untuk kembali memperjuangkan sisa 7.816 hektar kawasan TNK yang sudah di enclave, Budi mengaku Balai TNK siap mengawal usulan tersebut kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun tentu selain sesuai dengan prosedur yang ada, juga keputusan persetujuan mutlak ada di tangan Menteri LHK. Sedangkan terkait rencana pembangunan oleh Pemkab Kutim di kawasan 7.816 hektar tersebut, Budi mengatakan sudah menjadi hak Pemkab Kutim selama memang pembangunan dilakukan di wilayah yang sudah menjadi Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) sesuai penetapan dan pemetaan kawasan yang sudah disetujui Kementrian.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments