Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kapolres Kutim Minta Polsek seKutim Data dan Petakan Titik Api di Setiap Kecamatan

Kapolres Kutim Minta Polsek seKutim Data dan Petakan Titik Api di Setiap Kecamatan

(500 Views) September 20, 2015 2:01 pm | Published by | No comment

Sangatta.  Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko,  menghimbau warga agar tidak melakukan pembakaran ladang saat akan membuka lahan perkebunan. Himbauan ini disampaikan Anang agar dampat musim kemarau yang menyebabkan dengan mudahnya api melahap tanaman kering, sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran dalam skala lebih besar tidak terjadi, khusunya di wilayah Kutai Timur. Tentunya dengan terjadinya kebakaran lahan, dapat merugikan bagi semua, baik terganggunya aktivitas masyarakat dan mengganggu kesehatan akibat kabut asap.

Dikatakan Anang, dirinya sudah meminta kepada Kapolsek di masing-masing Kecamatan untuk melakukan pendataan dan maping atau pemetaan, bagi lokasi-lokasi yang terjadi kebakaran hutan atau lahan dan titik api, dan segera dilaporkan kepada dirinya. Karena pihaknya mengacu pada Undang-undang perkebunan, undang-undang pertambangan dan lingkungan hidup, bagi yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja untuk membuka lahan perkebunan dapat dijerat dengan hukum pidana.

Lanjutnya, memang untuk saat ini dari hasil pemantauan diketahui dalam skala kecil ada sebagian kecil dari masyarakat  yang ingin membuka lahan kemudian melakukan pembakaran. Namun Polisi berupaya melakukan pendekatan terlebih dahulu melalui bagian Pembinaan Masyarakat (Binmas) di masing-masing Polsek untuk menghimbau warga tersebut agar tidak melakukan pembakaran lahan. Semetara itu Kutim hingga saat ini dinilai masih relatif kondusif terkait pembakaran lahan dan kabut asap sehinga tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.

Lebih jauh dikatakan Anang, hingga saat ini memang belum ada laporan yang masuk terkait adanya pembakaran lahan secara sengaja yang dilakukan oleh masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan. Namun jika ada dan terbukti memang melakukan pembakaran secara sengaja, maka pihaknya tidak akan ragu-ragu mengambil tindaka tegas untuk memproses yang bersangkutan. Karena menurut Undang-undang perkebunan, bagi pembakar lahan secara sengaja dapat dikenakan sanksi dengan kurungan badan maksimal 10 tahun penjara.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments