Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kasus DBD di Kutim Selama Pertengahan Tahun 2016 Telah Mencapai Capai 1.162

Kasus DBD di Kutim Selama Pertengahan Tahun 2016 Telah Mencapai Capai 1.162

(402 Views) Juli 12, 2016 5:47 am | Published by | No comment

Sangatta – Kasus  penyakit demam berdara dengue (DBD) di Kutai Timur masih terus meningkat,  dari data yang dihimpun Dinas Keshatan Kabupaten Kutai Timur dari Rumah Sakit-Rumah Sakit yang ada di Kota Sangatta hingga pertengahan tahun  ini mulai dari  bulan Januari – Juni 2016 saja sudah mencapai 1.162 kasus dan 10 orang meninggal dunia.  Kemudian untuk bulan Juni ini telah ditemukan 30 kasus DBD.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kutai timur, Muhammad Yusufsyah saat ditemui awak media di ruang kerjanya pagi tadi, selasa (12/7) mengungkapkan kasus DBD ini, telah menjadi momok sejak tahun 2001, karena DBD tidak ada obatnya dan pencegahannya hanya dapat dilakukan dengan memberantas sumber penularannya yaitu jentik dan nyamuk.

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan jika nyamuk dengan pengasapan (fogging), nyamuk yang mati hanya beberapa persen saja atau hanya membunuh nyamuk dewasa, namun jentiknya tidak akan mati karena keberadaan jentik pada penampungan air, seperti bak mandi, drum, tandon, penampungan air pada dispenser, kaleng-kaleng bekas dan benda-benda lainnya tempat menampung air . Dia mengungkapkan  sekarang ini yang lebih berbahaya, nyamuk  telah menjadi lebih resisten (kebal) sehingga pemberantasan dengan fogging tidak memberantas secara maksimal, bahkan pakar-pakar kesehatan menyatakan fogging hanya memberikan rasa keamanan yang semu kepada masyarakat.

Voice Yusuf

Lebih jauh, Yusuf menjelaskan cara yag lebih efektif untuk memberantas nyamuk tersebut masyarakat harus memberantas jentiknya harus ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Inilah yang menjadi tugas berat bagi Dinas Kesehatan, dikatakan Dinas Kesehatan tidak bisa berbuat banyak tanpa ada dukungan dari RT, Desa dan Kecamatan. DBD harus menjadi tanggung jawab bersama.

Kedepan dirinya berharap nantinya ada deklarasi dari Pemerintah Daerah untuk memnberantas jentik, sehingga masyarakatpun akan lebih sadar untuk memberantas jentik dari dalam rumah-rumahnya sendiri. Selain itu, rumah sakit yang ada diharapkan lebih aktif melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur jika terdapat kasus DBD, karena selain memberantas jentik, fogging fokus juga akan tetap dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments