Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Komida PP Segera Dibentuk Untuk Sukseskan PIN Polio

Komida PP Segera Dibentuk Untuk Sukseskan PIN Polio

(3794 Views) Februari 1, 2016 6:49 am | Published by | 466 Comments

SANGATTA –  Sebagai komitmen untuk mendukung Eradikasi Polio Global pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan Kutim membentuk kelompok kerja tingkat Kabupaten. Mengacu pada surat Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes) HK.02.02/Menkes/398/2015. Pembentukan Kelompok Kerja Eradikasi Polio.

“Kegiatan yang terdiri dari Program, lintas sektor dan organisasi profesi serta Civil Sosiety Organization yang bertanggung jawab terhadap suksesnya penyelenggaraan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Serta peralihan trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalen Oral Polio Vaccine (bOPV). Ini dilakukan dalam rangka tahapan pemeliharaan menuju dan mempertahankan status eradikasi polio,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan M Yusuf rapat koordinasi pembentukan komite daerah pengkajian dan penanggulangan (Komida-PP), di Ruang Arau, Kantor Bupati.

Rakor 1

Dijelaskan Vaksin Polio yang beredar saat ini akan ditarik dengan batas akhir secara Nasional pada tanggal 3 April dan akan digantikan Vaksin Polio yang baru (bOPV). Pemberian serentak akan dilakukan di seluruh wilayah Republik Indonesia yang dimulai pada tanggal 4 April 2016. Program dimaksud untuk mensukseskan rangkaian startegi eradikasi polio sesuai dengan komitmen global. Dia mengatakan pembentukan Komida-PP dan pemantauan penaggulangan kejadian pasca Iminisasi (PP-KIPI) serta kelompok kerja daerah dalam rangka eradikasi polio.
“Ada 5 kelompok kerja yang mencakup perencanaan, logistik, pelaksanaan, komunikasi serta monitoring dan evaluasi. Ini sesuai intruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia,” jelas Yusuf

Sementar itu Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Aisyah mengatakan pemantauan penanggulangan paska Imunisasi karena apa yang sampai ke masyarakat perlu dilakukan agar bisa terdeteksi sedini mungkin. Sehingga bayi dan anak-anak dapat terhindar dari penyakit Polio.
“Biasakan menjalani pola hidup yang sehat dengan sanitasi yang baik dan bersih. Oleh sebab itu pemantauan imunisasi ada pada kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ini dilakukan untuk kebaikan dan kesehatan anak dan cucu kita semua,” sebut Aisyah.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim, Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga, Rumah Sakit Swasta, Klinik dan Praktek Bidan Swasta, Klinik Kepolisian dan serta Forum Kabupaten Sehat.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

466 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments