Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kutim Kembangkan Desa Mandiri Listrik

Kutim Kembangkan Desa Mandiri Listrik

(1758 Views) Mei 12, 2015 6:38 am | Published by | 209 Comments

SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tengah menjajaki program kerjasama dengan Fakultas Kehutanan Univeristas Mulawarman (Unmul) Samarinda, terkait pemenuhan kebutuhan dasar listrik di pedesaan. Program dimaksud yakni pengadaan listrik berbasis energy biomassa hutan.
Setelah mendengarkan paparan dari Unmul, kami(Pemkab Kutim) sangat interest (tertarik) untuk mengembangkan program energy biomassa listrik bagi pedesaan ini”, ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat hadir pada presentasi pengembangan desa mandiri listrik oleh Unmul yang berlangsung di Ruang Tempudau Kantor Bupati, Senin (11/05) lalu.
Dengan beberapa pertimbangan, Kutim memiliki potensi hutan yang sangat besar, biaya investasi rendah yang hanya 3-4 milyar/45 KWe. Selanjutnya biaya jaringan kecil dan sederhana, ramah lingkungan, mampu menghasilkan energy listrik dan panas (thermal power). Perawatan jaringan kecil dan terpusat, skala pengelolaan kecil oleh BUMDes atau Perusda, memerlukan SDM terampil dalam jumlah kecil.
Sehubungan hal tersebut, Ardiansyah langsung menginstruksikan kepada dinas terkait dan para camat untuk segera menindaklanjuti program yang ditawarkan itu. Dia lantas menunjuk Kecamatan Batu Ampar dan Long Mesangat sebagai program percontohan. Ardiansyah berharap program ini bisa berjalan dengan baik sehingga kebutuhan listrik di pedesaan bisa terpenuhi dan tidak perlu lagi menungggu dari PT PLN.
listrik biomasa (1)Sebelumnya dalam presentasi dijelaskan bahwa mesin pembangkit ini mampu menghasilkan energy listrik sebesar 45 KWe dan sanggup memenuhi kebutuhan 100 rumah, dengan penggunanan 450 watt per rumah. Bahan baku yang digunakan memanfaatkan biomassa hasil perkebunan yang ada di sekitar desa setempat. Misalnya batang singkong gajah, akasia, kulit kayu dan juga jenis tanaman gulma seperti trubusan (symplocos fasciculata) yang berumur singkat. Bisa juga memanfaatkan peremajaan sawit yang mampu menghasilkan biomassa 50 ton per hektare. Listrik biomassa hutan ini akan memberikan manfaat berupa percepatan penyediaan listrik bagi masyarakat sekitar hutan dan wilayah pedalaman. Mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) fosil untuk listrik. Berikutnya mengurangi potensi pemanasan global dari industri listrik, membuka dan menyediakan lapangan kerja pada sector primer dan sekunder. Serta membantu percepatan pemulihan kawasan hutan melalui pembangunan hutan energi.
“Kita harapkan dengan adanya listrik biomassa hutan ini, bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat Kutai Timur khususnya bagi masyarakat pedalaman. Serta mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kutim,?”harap Ardiansyah.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

209 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments