Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Lebih dari 10.000 Warga Kutim Masih BAB Sembarangan

Lebih dari 10.000 Warga Kutim Masih BAB Sembarangan

(554 Views) Februari 4, 2016 10:12 am | Published by | No comment

Sangatta. Upaya penyehatan masyarakat yang dilakukan pemerintah sebenarnya menjadi hal yang sangat mendasar agar masyarakat Indonesia secara umum bisa hidup bersih dan sehat. Namun jika tidak ada kesadaran dan dukungan masyarakat, mustahil upaya ini dapat terwujud. Hal mendasar dalam upaya penyehatan masyarakat diantaranya adalah membiasakan masyarakat hidup bersih dan sehat dengan tidak buang air besar (BAB) sembarangan tanpa menggunakan jamban.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur dr Aisyah didampingi Kasi Penyehatan Lingkungan Ahsan Zainuddin, mengatakan bahwa melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang menjadi pilar utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, Kementrian Kesehatan menargetkan pada tahun 2019 seluruh masyarakat di Indonesia 100 persen sudah memiliki jamban sehat permanen (JSP). Hal ini seiring dengan program Presiden Jokowi yang menargetkan Universal Akses pada 2019 mendatang.

Sementara Kabupaten Kutai Timur, hingga kini terus giat menggalakkan program STBM ini. Walaupun Dinkes Kutim hanya sebagai pemicu saja, program ini mendapat dukungan penuh dari Instansi terkait seperti Bappeda Kutim dan Bapemmas Kutim, serta TNI-AD melalui Kodim 0909/SGT, yang telah meluncurkan program 1.000 jamban.

Ditambahkan Ahsan, di Kutim sendiri hingga saat ini dari 135 desa yang tersebar di 18 Kecamatan   terdata lebih dari 10.000 kepala keluarga (KK) masing melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Sementara 72.685 KK sudah menggunakan jamban sehat permanen (JSP), 27.022 KK menggunakan jamban sehat semi permanen (JSSP) dan 1.921 KK sudah BAB menggunakan jamban, namun masih shering atau ada 2 KK hingga 3 KK menggunakan 1 jamban bersama.

Lanjutnya, saat ini baru ada 7 desa di Kutim yang telah melaksanakan Open Defecation Free (ODF) atau sudah menggunakan jamban sehat permanen (JSP), yakni di desa Long Poq Baru di kecamatan Muara Ancalong, desa Kebun Agung di Kecamatan Rantau Pulung, desa Dabek di Muara Wahau, desa Cipta Graha dan desa Pengadan Baru di Kecamatan Kaubun, desa Bukit Harapan di Kecamatan Kaliorang dan desa Segoi Makmur di Kecamatan Long Mesangat. Sementara itu, untuk tahun 2016 dan 2017 nanti ada sebanyak 64 desa lagi yang akan menjadi projek Dinkes Kutim dalam program ODF.

(Voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments