Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » LIPI Rencana Teliti Buaya Siam di Kutim

LIPI Rencana Teliti Buaya Siam di Kutim

(642 Views) Mei 2, 2016 8:23 am | Published by | No comment

Fenomena buaya di Kutai Timur ternyata tidak saja di pantau oleh masyarakat luas, namun juga telah dipantau oleh pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang berpusat di Bogor, Jawa Barat. Hal ini diketahui saat kunjungan peneliti dari LIPI yang disambut oleh Pemkab Kutai Timur beberapa waktu lalu. Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim Pranowo mengatakan jika, kertertarikan peneliti-peneliti asal LIPI tersebut memang wajar sekali. Mengingat buaya yang di maksud tersebut ialah Crocodylus Siamensis dari suku Crocodylidae. Buaya ini sering kali disebut sebagai buaya kodok, dan memang keberadaannya dalam posisi terancam punah di wilayah-wilayah sebarannya seperti di Sabah, Serawak Malaysia, Laos, Kamboja, dan Thailand. Untuk di Indonesia dulunya ada di Jawa, namun sekarang tinggal ada di Kalimnatan Timur, tetapnya di Kutai Timur.

Keberadan buaya jenis ini dapat dikatakan sebagai jenis buaya langka, yang tidak semua daerah atau bagian di dunia memiliki buaya kodok ini. Untuk itulah pihak Pemkab Kutim menyambut baik keinginan para peneliti dari LIPI, untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait satwa liar ini di Kutim. Bahkan ada beberapa kawasan nantinya akan di deleniasi untuk menjadi pusat konservasi hewan berdarah dingin ini.

VOICE – Pranowo Kabag SDA – Buaya Siam

Perlu diketahui buaya yang berukuran relatif kecil dengan total panjang maksimal 4 meter ini, keberadaannya terancam punah di seluruh sebaran habitat tempat tinggalnya. Selain akibat kerusakan habitatnya oleh manusia, spesies ini seringkali diburu untuk diambil kulit dan dagingnya. Sehingga International Union for Concervation of Nature memasukkan buaya siam ke dalam kategori kritis dan bahkan dialam liar sejak tahun 1992, sudah amat jarang ditemui kecuali di penangkaran. Untuk itulah keberadaan buaya siam atau kodok di Kutim dapat dijadikan sebagai salah-satu upaya untuk menjaga keberadaan buaya tersebut di alam liar.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments