Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Mahyunadi Minta Kebijaksanaan DMM Kembali Pekerjakan 53 Karyawan Yang Telah Habis Kontrak

Mahyunadi Minta Kebijaksanaan DMM Kembali Pekerjakan 53 Karyawan Yang Telah Habis Kontrak

(1285 Views) Agustus 16, 2017 11:11 am | Published by | 1 Comment

Sangatta – PT. Daya Mitra Multipratama (DMM) Sub Kontraktor PT KPC sebagai penunjang transpotasi karyawan, ditengerai telah menjurus kepada Union Basting (usaha untuk menghalang-halangi pekerja bersirikat. Terkait hal tersebut maka digelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing).

Hearing, Selasa (15/8/17) diruang Panel DPRD dipimpin Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, didampingi Wakil Ketua DPRD Yulianus Palangiran, turut hadir Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kutim Darius Jiu, Sekretaris Disnakerstran Winarso Budi Wibowo, DPC PPMI Slamet, Management PT.DMM Daniel dan Lusi.

Memulai rapat tersebut,  DPC PPMI Kutim Slamet mengungkapkan, pada tanggal 8/6/17 PT. DMM dengan Karyawan telah melakukan pertemuan untuk mediasi di Disnakertrans dan hasil dari Mediasi tersebut ada 5 poin. Yang pertama, pihak kedua memohon perpanjangan kontrak kerja sampai 30/6/18. Kedua, pihak ke satu akan mempertimbangkan perpanjangan kontrak kerja kepada seluruh karyawan, tanpa mendiskriminasikan berdasarkan aksi mogok ataupun keikut sertaan dalam serikat pekerja. Tiga, pihak ke satu akan melakukan evaluasi karyawan untuk memperpanjang kontrak secara transparan. Empat, pihak kedua akan mengakhiri mogok kerja dan bersedia bekerja kembali terhitung tanggal 9 Juni 2017. Lima, kesepakatan ini merupakan perjanjian bersama yang berlaku sejak ditanda tangani diatas materai.

Lebih jauh Slamet mengatakan, yang menjadi permasalahannya, pekerja telah menyepakati poin ke empat, dan keesokan harinya langsung mengakhiri mogok dan kembali bekerja seperti biasa. Namun tanggal 30 Juni 20117, efektif diputusi hubungan kerjanya, sebanyak 53 orang karena menurut management DMM Kontrak telah berakhir dan akan di evaluasi pada Perjanjian Bersama tersebut.

Namun kenyataannya hingga hari ini, ada 18 pekerja yang kembali beraktifitas di DMM, namun sisanya sampai hari ini belum ada kepastiannya diperpanjang atau dihentikan kontraknya atau di PHK belum ada keterangannya. Kenapa dikatakan ada upaya Union Basting dari PT DMM, karena untuk karyawan yang ikut mogok tidak satupun dipanggil oleh pihak management, untuk dimintai keterangan mengenai kembali bekerjanya di DMM.

Menyangga hal tersebut, HR Oficier DMM Lusi mengatakan dari 52 karyawan yang habis kontrak, tidak semua ikut demo. Jadi 52 karyawan tersebut memang habis kontrak pada tanggal 30 Juni 2017. Untuk pemilihan karyawan yang dipanggil kerja  kembali adalah keputusan rapat dari tim management. Ditambahkan Site Manager DMM Daniel, bahwa tidak ada pemecatan terhadap 53 karyawan tersebut, namun memang kontraknya habis.

Selanjutnya, Slamet menuturkan maksud dan tujuan melakukan hearing adalah untuk meminta kebijaksaan dari PT DMM karena ada lebih dari 50 orang dan termasuk anak dan istri mereka yang ada di Kutim dan tidak bekerja. Hanya karena pekerja menuntut haknya untuk permanen, yang permasalahannya juga dibawa ke Disnaker. Dan status 53 orang tersebut menganggur dan sangat tidak bijaksana digantikan dengan pekerja baru sementara telah mengabdi di PT DMM sudah sekian tahun lama. Bahkan Jika dihitung, Perusahaan sebelum DMM sampai DMM ada yang hampir 8 tahun ditransportasi penunjang KPC. Karena sebelum DMM ada BKM dan Trac.

Ketua DPRD menanngapi hal tersebut mengatakan, masalah tersebut hanya masalah kebijaksanaan saja. Kalau bisa 53 karyawan yang telah habis kontraknya diterima saja, daripada merekrut orang baru. Dia menegaskan, baru Perusahaan DMM yang agak aneh, perusahaan sebelumnya tidak ada masalah. Jika bisa dibijaksanakan kenapa harus merekrut orang baru, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perselisihan Disnakertrans Kutim Ramli mengulas, permasalahan di PT DMM sempat terjadi mogok, pihaknya sempat melakukan pencegahan terhadap mogok, dengan mediasi. Sehingga timbulah kesepakatan bersama anatar pihak dengan inti kesepakatan bahwa dari sekian pekerja yang meakukan mogok kerja akan dipertimbangan, untuk dilanjuti hubungan kerjanya artinya  kontrak kerja mereka yang habis per tanggal 30 Juni 2027 akan diperpanjang denga syarat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. Kemudian tanggal 31 juli, sesuai dengan kronologis yang dipahami, bahwa dari 53 orang yang habis kontrak. Habis kontrak artinya hubungan kerja berakhir demi hukum karena perjanjian kerja antara belah pihak telah berakhir bukan di PHK tetapi dengan sendirinya berakhir hubungan kerja karena jangka waktu perjanjian kerja berakhir.

Yang menjadi permasalahannya karena PKWT ada aturan tentang penerapan, ketika melanggar aturan itu, maka otomatis hubungan kerja akan menjadi permanen. Jika status sudah menjadi permanen konsekuensinya nanti ketika pekerja ter PHK ada hak pesangon. Ramli mengatakan kelihatannya kasus pertanggal 30 Juni sudah ada masuk ditahap tersebut. Jadi ketika dilanjut akan muncul status itu, karena yang dihindari dari pihak management adalah masalah pasangon, sehingga dilanjutkan hubungan kerja dengan status sama dengan yang awal. Tetapi tidak ada kesepakatan masalah tersebut.

Selanjutnya, Daniel mengungkapkan, setiap tahun ada surat pernyataan yang ditanda tangani oleh para pekerja ketika diperpanjang kontraknya, isi surat pernyataan tersebut ada lima poin. Yang pertama berbunyi, menerima dengan baik perjanjian kerja waktu yang diberikan oleh DM.  Kedua, perjanjian kerja waktu tertentu yang saya terhitung hari ini saya menandatangani, surat pernyataan ini adalah perjanjian kerja dari awal yang saya mulai hingga selesai masa perjanjiannya. Tiga, perjanjian kerja yang akan saya jalani tidak ada sangkut paut dengan perjanjian kerja yang telah lampau atau perjanjian kerja yang telah saya jalani sebelumnya. Empat dengan telah ditanda tangani perjanjian kerja yang baru maka saya telah melepaskan seluruh hak dan kewajiban yang saya miliki sebelumnya dengan PT DMM, Lima surat pernyataan ini merupakan dari satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari PKWT nomor 190/KWT/IV/DMM/2016 yang telah saya tanda tangani pada tanggal 29 Juni 2016 beserta dengan adendum atau amandemennya jika ada.

Menyangga Surat Pernyataan tersebut Mahyunadi menuturkan,  jika tidak menanda tangani Surat Pernyataan maka tidak diperpanjang kontraknya. Mahyunadi menilai ini adalah akal-akalnya perusahaan membuat surat tersebut.

Slamet pun ikut menyangga, bahwa perjanjian tersebut batal demi hukum, karena bertentangan  dengan UU yang mengaturnya. Karena karyawan terpaksa menanda tanganinya karena terkait dengan dapur mereka, karena jika tidak tanda tangan tidak bekerja. Tetapi dari sisi aturan itu melanggar karena tidak ada aturan yang memerintahkan seperti itu.

Mahyunadi membenarkan bahwa hal tersebut sudah pasti batal demi aturan, walaupun dilakukan dibawa notaris sudah batal demi hukum, apalagi tidak dilakukan dibawah notaris karena melanggar aturan. karena melanggar UU dan Peraturan Mentri.

Tidak mau berpanjang-panjang lagi, Mahyunadi bertanya kepada pihak DMM, apakah tuntutan karyawan bisa dipenuhi, jika tidak dipenuhi maka berbenturan dengan aturan. DMM bertentangan dengan aturan tegasnya. Diri memberika pilihan jika mau itu berlaku, maka DMM harus habis kontrak dengan KPC diganti dengan perusahaan baru, dengan kontrak baru lagi. DMM kalo mau 3 tahun selesai jangan 4 tahun.

Insert : Mahyunadi

Melihat dari permasalahan tersebut, Mahyunadi menerangkan bahwa yang tidak menjalankan aturan itu adalah DMM dan yang mengakal-akali aturan dengan adanya surat perjanjian yang dibuat. Sekali lagi dia menegaskan bahwa Surat Pernyataan tersebut batal demi hukum.

Untuk Dia menyarankan agar DMM dapat menjalakan aturan dan bisa , dengan kebijaksanaan dapat menerima kembali karyawan yang habis kontraknya bekerja dan dijadikan PKWT. Terakhir Mahyunadi memberi waktu selama sepekan kepada kedua belah untuk memikirkan hal tersebut dan bisa menghasilkan kesepatan bersama.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments