Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Marak Pencurian Listrik, PLN Rayon Sangatta Rugi Rp 400 Juta Pertahun

Marak Pencurian Listrik, PLN Rayon Sangatta Rugi Rp 400 Juta Pertahun

(608 Views) Oktober 18, 2015 3:22 pm | Published by | No comment

SANGATTA– ‪Maraknya pencurian listrik yang dilakukan oknum masyarakat tidak bertanggungjawab membuat PLN Rayon Sangatta merugi. Jumlah kerugian pun terbilang besar karena mencapai Rp 400 juta pertahun.‬ Hal tersebut disampaikan Kepala PLN Rayon Sangatta Ariansyah, ”Karena untuk kepentingan pribadi, banyak oknum masyarakat yang melakukan pencurian listrik. Tentu hal ini sangat merugikan PLN. Jumlah kerugian pertahun bahkan mencapai Rp 400 juta,” ujarnya, Jumat (16/10).

‪Menurutnya, selain merugikan PLN pencurian listrik tersebut juga dapat menimbulkan bencana seperti kebakaran, korsleting listrik, hingga tersengat listrik.”Ini bahayanya jika melakukan pencurian. Pemasangan yang dilakukan tanpa prosedur yang jelas tentu akan menimbulkan bencana seperti kebakaran atau tersengat listrik. Jadi bukan hanya PLN saja yang dirugikan, tapi masyarakat sekitar juga terkena imbasnya,” ujarnya.‬

‪Ia pun mengaku sudah menurunkan tim pengawas ke lapangan untuk menimalisir adanya pencurian listrik.”Seminggu itu 2 sampai 3 kali tim kami turunkan untuk melakukan pengecekan kelapangan,” katanya.‬

‪Jika ada pelanggan yang ketahuan melakukan pencurian kata Ariansyah, PLN akan memberikan sanksi berupa teguran, denda administrasi, dan kewajiban untuk membayar listrik satu bulan lebih awal.”Ada sanksi kalau petugas kami menemukan adanya pencurian, mulai teguran hingga kewajiban membayar denda administrasi,” katanya.‬

‪ Disinggung mengenai tunggakan pembayaran listrik oleh pelanggan? Ariansyah mengaku di Kutim terbilang aman. Pasalnya, walau pun ada pelanggan yang menunggak namun jumlahnya tidak terlalu banyak.”Kalau persoalan tunggakan, tidak ada masalah, karena pelanggan siap menyelesaikan,” ujarnya.‬

‪Ia menambahkan, jika pun ada tunggakan misalnya, tunggakan satu bulan PLN masih memberikan toleransi, menunggak dua bulan dilakukan penyegelan, menunggak tiga bulan dilakukan pembongkaran kilometer. Pemasangan akan dilakukan kembali setelah dilakukan pelunasan.”Kalau menunggaknya masih satu bulan masih ada toleransi. Tapi jika diatas itu maka ada penyegelan bahkan sampai pembongkaran,” katanya. (ek1014)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments