Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Minim Anggaran dan Peralatan Tak Standar, Labkesda Kutim Mati Suri

Minim Anggaran dan Peralatan Tak Standar, Labkesda Kutim Mati Suri

(459 Views) Agustus 11, 2015 8:28 am | Published by | No comment

Sangatta. Miris apa yang dirasakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutai Timur. Sejak resmi dibentuk pada 2013 silam, hingga kini belum ada satupun aktivitas yang bisa dilakukan. Bahkan pemerintah hanya memberikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk tahun ini.

Menurut Kepala UPT Labkesda Kutai Timur, dr Sri Prameswari Dewi, kondisi Labkesda Kutim saat ini sangat jauh dari kata standar karena selain kondisi bangunan yang sangat tidak layak karena terbuat dari kayu dan tidak memiliki pengolahan limbah bahan buangan berbahaya (B3) juga peralatan yang ada sangat tidak mumpuni. Sehingga bisa dikatakan hingga saat ini Labkesda Kutim belum beroperasi. Terlebih Labkesda ini dibentuk sebagai laboratorium lingkungan, sementara tidak satupun peralatan analisis lingkungan standar yang  tersedia. Sementara untuk melakukan pengadaan peralatan analisis  lingkungan yang standar perlu dana lebih dari Rp2 miliar.

Lanjutnya, saat ini Labkesda hanya mampu menangani jika ada masyarakat yang minta dicek-kan darah untuk pengukuran kadar gula, kolestrol, asam urat, dengan peralatan Stik Kit Tes sesuai kemampuan yang ada. Bahkan pernah ada masyarakat yang ingin mengujikan kosmetik, terpaksa ditolak karena tidak ada alat pengujinya. Terlebih seperti kejadian kasus diare yang menyerang masyarakat Desa Sepaso Kecamatan Bengalon belum lama ini. Jika Labkesda Kutim sudah beroperasi maka masyarakat atau pemerintah sekalipun tidak perlu jauh-jauh melakukan tes laboratorium terhadap kualitas air depo isi ulang dan air sungai di Bengalon untuk mengetahui kadar bakteri e-coli, ke Labkesda di Samarinda tetapi cukup di Labkesda Kutim saja.

(voice)

Lebih jauh dikatakan, saat ini pihaknya sudah mengajukan rencana  pembangunan gedung Labkesda kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim dan tahun ini baru disetujui perencanaannya saja dengan anggaran Rp200juta dan baru bisa dibangunkan pada tahun depan. Sementara pihaknya kini disiapkan bangunan bekas kantor Sekretariat KORPRI yang juga dinilai sangat tidak layak sebagai Laboratorium, karena selain terbuat dari kayu juga kondisi bangunan sudah jabuk dan rusak.  Dewi berharap benar-benar ada perhatian dari pemerintah dan stake holder lainnya agar keberadaan Labkesda Kutim ini benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat Kutai Timur.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments