Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pegang Payudara Bocah 14 Tahun, Kakek Cabul Ini di Lapor Polisi

Pegang Payudara Bocah 14 Tahun, Kakek Cabul Ini di Lapor Polisi

(675 Views) September 13, 2015 3:10 pm | Published by | No comment

SANGATTA – Sanudin warga Gang Sidrap RT 40 No 48 Sangatta Utara harus berurusan dengan pihak kepolisian.  Sabtu (12/9) malam, kakek 60 tahun itu dilaporkan setelah melakukan perbuatan memalukan terhadap anak perempuan berinisial NW (14) warga Jalan Ponogoro  Gang Mandiri B RT 10 Kecamatan Sangatta Utara.

Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 Wita Sabtu (12/9) saat korban sedang memasak daun singkong di dapur rumahnya, tiba-tiba datang pelaku meminta minum. Tanpa rasa curiga korban yang sudah mengenal pelaku yang juga teman dari kakeknya langsung memberikannya minum. Saat korban menyuguhkan dan meletakkan minuman di atas meja sebelah pelaku yang duduk di atas kursi tiba-tiba pelaku dengan tangan kanannya langsung memegang payudara korban.

Setelah itu, korban kembali untuk melanjutkan memasak di dapur. Tak hanya sampai disitu, pelaku kembali mendatangi korban dan menanyakan “Adakah mobil om Darwis disitu,” korban pun menjawab “Enggak ada”. Kejadian itu pun membuat perasaan korban tidak nyaman dan langsung masuk ke kamar sambil menangis.

Setelah Magrib, korban menceritakan peristiwa itu ke kakeknya , dan kakek korban juga menceritakan ke Halim paman korban. Tidak terima dengan perlakukan terhadap korban, Halim bersama rekannya melaporkan hal tersebut ke Polres Kutim.

Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko SiK melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, laporan mengenai pencabulan itu kini ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

”Laporannya kemarin, sampai tadi malam pelaku masih diperiksa penyidik,” ujarnya Minggu (13/9).

Selain memeriksa pelaku, penyidik juga melakukan visum etrevertum serta meminta keterangan korban dan kakek korban. Termasuk paman korban sebagai pelapor,

”Beberapa upaya sudah dilakukan termasuk meminta visum dokter, apakah benar pelaku melakukan pelecehan seksual atau tidak. Beberapa saksi juga sudah kita minta keterangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan setiap kasus pencabulan atau perkosaan terhadap anak dibawah umur, PPA selalu menyediakan psikiater untuk mendampingi korbannya. Hal tersebut bertujuan agar korban dapat memberikan keterangan secara gamblang kepada penyidik tanpa ada rasa trauma akibat peristiwa yang menimpanya.

”Korban dapat pendampingan dari psikiater, tadi malam pemeriksaan terhadap korban tidak dilakukan karena kita liat korban sudah lelah. Dan kemungkinan hari ini akan dilanjutkan lagi,” ungkapnya. (ek1014).

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments