Menu Click to open Menus
Home » Hukum » Pemkab Kutim Mediasi polemik antara PT. SAWA Dan Masyarakat Adat, Perusahaan Sanggupi Membangun Plasma

Pemkab Kutim Mediasi polemik antara PT. SAWA Dan Masyarakat Adat, Perusahaan Sanggupi Membangun Plasma

(127 Views) Februari 11, 2021 1:48 pm | Published by | No comment

SANGATTA– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama TNI-POLRI melakukan mediasi antara Masyarakat Adat di Desa Long Bentuq dengan PT. Subur Abadi Wana Agung (SAWA). Hal ini dilakukan, mengingat polemik antar kedua belah pihak itu sudah semakin berlarut.

Dalam mediasi yang digelar, Rabu (10/02/21) itu,  Plt Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan, salah satu keputusan dari hasil mediasi yang dilakukan yakni PT. SAWA bersedia membangun plasma bagi masyarakat sebagaimana yang memang sudah menjadi kewajiban perusahaan yang beroperasi disuatu wilayah.

Sedangkan mengenai ganti rugi, Kasmidi menegaskan bahwa tuntutan Rp15 Miliar masyarakat adat Dayak Desa Long Bentuq kepada PT. SAWA tidak memiliki payung hukum. Sehingga Pemkab Kutim tidak bisa memaksa perusahaan untuk membayar dua kali ganti rugi.

Pemkab Kutim lanjut Kasmidi,  tetap memperjuangkan hak masyarakat. Mulai dari plasma kepada masyarakat, berbagai program Corporate Social Responbility (CSR), dan pemberdayaan masyarakat Desa Long Bentuq.

Tak kalah penting, Perusahaan juga bersedia melaksanakan kewajiban pembangunan kebun plasma. Dimana rencana lokasi berada pada areal PT Hamparan Perkasa Mandiri (PT HPM), kemitraan, CSR, serta pemberdayaan masyarakat desa Long Bentuq yang pelaksanaanya difasilitasi Camat Busang dan Kepala Desa Long Bentuq.

Dalam Mediasi yang dilakukan usai rapat dengan masyarakat itu, turut dihadiri Kapolres Kutim, Dandim, Camat Busang, pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, Koperasi, Kepala Desa Long Bentuq, serta perwakilan PT SAWA.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in: ,
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments