Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pemprov Kaltim Pangkas 35 Persen Alokasi Anggaran Disdik Kutim

Pemprov Kaltim Pangkas 35 Persen Alokasi Anggaran Disdik Kutim

(692 Views) Oktober 13, 2016 4:44 pm | Published by | 1 Comment

Sangatta. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengurangi alokasi anggaran pendidikan di tingkat daerah, akhirnya benar-benar direalisasikan dengan dilakukannya pemangkasan 35 persen alokasi anggaran Pemprov Kaltim untuk Disdikbud Kutim. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Iman Hidayat. Dikatakan, Pemprov Kaltim benar-benar merealisasikan pengurangan alokasi anggaran pendidikan untuk daerah, termasuk Kutai Timur. Sebesar 35 persen dari dana terarah dan tidak terarah untuk alokasi pendidikan di Kutim harus dipangkas akibat dampak dari defisit anggaran yang dialami Provinsi Kaltim.

Lanjut Iman, untuk dana terarah, pemangkasan 35 persen terdiri dari alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) serta tunjangan guru. Sementara pemangkasan 35 persen bagi dana tidak terarah atau biasa, merupakan alokasi anggaran untuk konstruksi. Dana konstruksi ini pun setelah dipotong 35 persen, kemudian dipangkas kembali oleh pihak provinsi. Sehingga total pemangkasan anggaran yang dialami Kutai Timur sebesar Rp 14 miliar.

(Voice : Disdik Iman – Provinsi Pangkas 35 % Anggaran Pendidikan)

Lebih jauh dikatakan Iman, akibat pemangkasan ini khususnya pada angaran BOS, kemungkinan besar bakal kembali diberlakukannya pungutan iuran wajib sekolah untuk setiap bulannya. Namun hingga saat ini pihaknya masih mencarikan solusi terbaik agar para pelajar tidak diberlakukan pungutan bulanan sekolah. Terlebih Bupati Kutim Ismunandar juga sudah meminta agar para orang tua pelajar di Kutim tidak dibebankan kewajiban pembayaran iuran wajib bulanan sekolah, walaupun terjadi pemangkasan anggaran BOS oleh pihak Provinsi. Sementara dirinya sangat berharap, jika pemangkasan yang dilakukan Pemkab Kutim pada Disdikbud Kutim tidak lebih dari Rp 134 miliar, sehingga pihaknya masih bisa bergerak. Karena dengan sisa anggaran yang ada, insentif guru masih bisa dibayarkan dan anggaran bantuan operasional sekolah (Bos) bagi sekolah masih bisa di kucurkan.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments