Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Penahanan Herlianyah, Sudah di Limpahkan Ke Pengadilan Tipikor

Penahanan Herlianyah, Sudah di Limpahkan Ke Pengadilan Tipikor

(538 Views) Juli 10, 2015 7:49 am | Published by | No comment

SANGATTA – Bebasnya  terdakwa kasus korupsi pembebasan lahan Kenyamukan Herliansyah  untuk bisa melakukan tindak pidana penggunaan narkotika di Samarinda,   karena saat ini Herliansyah statusnya  tahanan kota.

“Kasus ini kan sudah dilimpahkan ke pengadilan tindakpidana korupsi (Tipikor) di Samarinda. Artinya, itu sudah kewenangan Pengadilan Tipikor, apakah akan ditahan atau tidak.  Jaksa hanya melakukan eksekusi, sesuai  penetapan hakim. Karena hakim tidak tahan, jaksa tidak bisa apa-apakan, karena itu sudah kewenangan hakim,” jelas Kajari Sangatta, Tety Syam  saat di Kantornya Jumat (10/7).

Diakui, memang  terdakwa dan koleganya  dalam kasus korupsi Kenyamukan  ini yakni Kasmo, dan Ardiansyah,  tidak ditahan sejak dipenyidikan Polda Kaltim.  Setelah dilimpahkan ke Kejati, kemudian di limpahkan  tahap II ke Kejari Sangatta, itu hanya proses adminitrasi. Sebab tempat kejadian perkarannya di Sangatta.  Namun yang menangani kasus ini, adalah jaksa Kejati, sedangkan  jaksa Kejari, hanya bertugas menyampaikan undangan siding bagi saksi-saksi di persidangan.

“Saat ini masih proses sidang, dengan agenda  mendengar keterangan saksi. Proses sidang lambat karena saksinya itu ada 40 orang,” jelas Tety.

Ditanya  apakah  penahanan Herliansyah akan mengganggu persidangan  kasus korupsi yang sedang berjalan,  Tety mengatakan  mungin tidak. Sebab setiap akan disidang, bisa di bon (minta ke BNN,Red) untuk disidang. Setelah selesai sidang, dikembalikan lagi ke tahanan. Apalagi, karena tahanan BNN juga di Samarinda, jadi tidak akan  menyulitkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Herliansyah sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dinas Tatarung, Kepala Dinas Tataruang Ardiansyah dan Kades Sangatta Utara, Kasmo kini dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda, karena dugaan melakukan tindak pidana korupsi pendaaan lahan Pelabuhan Kenyamukan. Meraka diduga melakukan perbuatan pidana dalam pemalsuan surat segela tanah, mengakibatkan pembayaran yang seharusnya tidak perlu. Akibat perbuatan mereka, Negara dirugikan sekitar Rp.6,3 miliar.

Sementara itu,  Kompol M Daut, dari BNN Samarinda, yang dihubungi melalui handphone mengakui  tersangka Herliansyah  ditahan BNN. “Memang BNN menahan Herliansyah.  Tapi BNN menahan  dia dalam kasus narkoba, tak ada kaitan dengan korupsi yang sedang berjalan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments