Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Penanganan Kasus Tinggi, Kajari Sangatta Kewalahan Tampung BB

Penanganan Kasus Tinggi, Kajari Sangatta Kewalahan Tampung BB

(415 Views) Januari 12, 2016 7:46 am | Published by | No comment

Sangatta. Tingginya angka perkara setiap tahunnya yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta, membuat aparat hukum ini cukup kewalahan. Bukan kewalahan dalam penanganan kasusnya namun Kejari Sangatta mengaku kewalahan dalam penyimpanan barang-barang yang menjadi alat pembuktian dalam sebuah perkara yang disita menjadi barang bukti (BB).

Kajari Sangatta Tety Syam didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Amanda, mengatakan bahwa dalam penanganan satu perkara saja, bisa ada dua hingga lima buah barang bukti. Bahkan ada perkara yang memiliki barang bukti hingga 10 buah. Beragam BB yang ada mulai dari kendaraan besar seperti truk, mobil, motor hingga barang berukuran kecil. Sementara gudang penampungan barang bukti yang dibangun semasa era Kejari Didi Farkhan, kini sudah tidak muat menampung BB yang sekarang. Sehingga wajar jika ada mobil atau motor terpaksa ditaruh di halaman kantor Kejari Sangatta.

Dikatakan Amanda, memang tidak semua BB yang ada masih dalam tanggung jawab Kejari. Karena jika perkara sudah dilimpahkan ke persidangan, seharusnya menjadi tanggung jawab Pengadilan. Namun mengingat disana tidak ada penjagaan, sehingga dikhawatirkan bb yang ada bakal hilang. Sehingga dititipkan di Kejari. Dirinya berharap Pemda Kutim bisa mengajukan permohonan kepada Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk minta dibangunkan rumah penitipan barang sitaan (Rubasan). Saat ini Rubasan hanya ada di Samarinda. Namun mengingat tingginya penanganan kasus di Kutim, maka wajar jika Rubasan dibangunkan di Kutim. Apalagi Kejaksaan juga merupakan eksekutor baik manusia dan barang.

(voice)

Sementara itu, dari data penanganan dan penyelesaian perkara selama tahun 2015 yang dirilis Kejari Sangatta melalui Seksi Pidana Umum (Pidum), tercatat bahwa perkara yang masuk pada tahun 2015 lalu sebanyak 470 perkara. Sedangkan sisa perkara tahun 2014 lalu sebanyak 39 perkara. Sehingga total perkara yang ditangani Seksi Pidana Umum Kejari Sangatta selama 2015 sebanyak 509 perkara.

Amanda mengatakan bahwa dari 509 perkara ini, sebanyak 409 perkara dan saat ini tersisa 100 perkara yang masih berjalan dan ditangani Pidum Kejari Sangatta. Proses ini mulai dari pra penuntutan, persidangan dan menunggu putusan dalam persidangan. Dari perkara yang ditangani tersebut, didominasi Tindak Pidana Umum Lain (TPUL). Seperti perkara narkoba yang mencapai 256 perkara. Sementara kasus pencurian, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian sawit menduduki peringkat berikutnya, dilanjutkan pencabulan dan KDRT. Jika dibagi dalam 12 bulan berjalan maka diperkirakan setiap bulannya ada sebanyak 35 kasus ditangani per bulannya.

(Voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments