Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Pendapatan Asli Daerah Turun, Dana Bagi Hasil Belum Jelas

Pendapatan Asli Daerah Turun, Dana Bagi Hasil Belum Jelas

(616 Views) Oktober 16, 2016 12:16 pm | Published by | No comment

Sangatta. Kondisi defisit keuangan yang dialami hampir di semua daerah di Indonesia dan tak terkecuali di Kutai Timur, menyebabkan melambannya putaran roda perekonomian masyarakat. Bahkan Kutai Timur yang selama ini sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya bergantung pada pajak perhotelan dan usaha katering, harus menerima kenyataan bahwa saat ini tidak bisa berharap banyak dari kedua sektor pemasukan tersebut.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kutai Timur, Yulianti menuturkan, bahwa selama ini target penerimaan yang dipatok pemerintah Kutim sudah sangat maksimal. Bahkan jika tahun sebelumnya, Dispenda Kutim menargetkan PAD sebesar Rp 70 miliar maka tahun depan PAD Kutim ditargetkan mampu menembus Rp 90 miliar.

Namun diakui Yuli, saat ini pihaknya tidak bisa berharap banyak pada penerimaan dari sektor perhotelan dan usaha katering, yang selama ini menjadi salah satu andalan potensi PAD Kutim. Kondisi defisit keuangan tahun ini menyebabkan sepinya usaha perhotelan dan katering di Kutai Timur, khususnya di Kota Sangatta. Hal ini menyebabkan PAD tahun ini, dipastikan tidak akan mencapai target atau menurun.

Sementara itu, target PAD Kutim dari Dana Bagi Hasil (DBH) sektor Migas dan Batu bara, hingga kini juga tak kunjung mengalami kejelasan. Akibat defisit, 69 target DBH tidak tercapai. Sehingga akhir tahun ini Dispenda Kutim menargetkan 100 persen penerimaan dari sektor DBH. Bahkan pada awalnya, pemerintah Kutim pesimis anggaran DBH tersebut hanya bakal cair 67 persen. Namun dari hasil konsultasi dengan Kementrian Keuangan (Kemenkeu), bahwa sisa DBH bakal dikucurkan sepenuhnya, pada akhir tahun ini.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments