Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » PENGADAAN BARANG DAN JASA RAWAN KORUPSI

PENGADAAN BARANG DAN JASA RAWAN KORUPSI

(3203 Views) April 7, 2016 7:40 am | Published by | 236 Comments

SANGATTA-Pengadaan barang dan jasa menjadi tempat yang dinyatakan paling rawan tindak pidana korupsi. Dalam pengadaan barang dan jasa tindak pidana korupsi bisa terjadi pada beberapa tahap, yang pertama tahap persiapan pola penyimpangan berupa pengelembungan biaya pada rencana pengadaan, pengadaan diarahkan untuk kepentingan produk atau penyedia barang dan jasa tertentu, perencanaan yang tidak realistis dari sudut waktu pelaksanaan, panitia bekerja secara tertutup, tidak jujur dan nampak dikendalikan oleh pihak tertentu, harga perkiraan sendiri ditutupi, harga dasar tidak standar, spesifikasi teknis mengarah pada produk tertentu, dokumen lelang tidak standar dan tidak lengkap.

Tahap proses pengadaan dengan bentuk penyimpangan jangka waktu pengumuman yang singkat, tidak lengkap dan membingungkan, penyebaran dokumen tender yang cacat, pembatasan informasi panitia agar hanya kelompok tertentu yang tahu, upaya menghalangi pemasukkan dokumen penawaran oleh oknum tertentu, penggantian dokumen dilakukan dengan cara menyisipkan revisi dokumen, panitia bekerja secara tertutup, dan pengumuman pemenang tender hanya pada kelompok tertentu.

Tahap penyusunan kontrak dan penandatanganan bentuk penyimpangan berupa penandatanganan kontrak yang tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung atau dokumen fiktif dan penandatangan kontrak yang ditunda-tunda. Tahap pelaksanaan kontrak dan penyerahan barang dan jasa penyimpangan berupa pekerjaan/barang tidak sesuai dengan spesifikasi dan pekerjaan belum selesai sudah dilakukan serah terima. Tahap pengawasan penyimpangan berupa kolusi antara pelaksana proyek dengan pengawas proyek, suap kepada pengawas proyek dan hasil laporan pengawas proyek tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Terakhir pada tahap pelaporan keuangan dan audit bentuk penyimpangan berupa tidak jujur dan meluluskan bukti-bukti akuntansi yang tidak benar.

Kepala Bidang Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia,  Subagyo, SH  yang ditemui pada penyuluhan hukum tindak pidana korupsi dan tindak pidana narkotika pagi tadi (7/4) mengatakan, Masalah-masalah yang sering timbul menjadi korupsi paling banyak ditemukan pada pengadaan barang dan jasa, tetapi tidak gampang mengungkap kasus korupsi kecuali tertangkap tangan dengan menggunakan alat yang canggih untuk memonitor.

Voice Subagyo

Kejaksaan, kepolisian atau KPK tidak dapat mengungkap atau menyidik suatu pekerjaan proyek pengadaan barang dan jasa apabila proyek atau pekerjaan tersebut belum diserah terimakan kepada penyedian barang kecuali terjadi suap menyuap yang tertangkap tangan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

236 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments