Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Penyusutan Penduduk Kutim dan Tingginya Angka Kematian Bayi Masih Warnai Kinerja Pemkab Kutim 2014

Penyusutan Penduduk Kutim dan Tingginya Angka Kematian Bayi Masih Warnai Kinerja Pemkab Kutim 2014

(1131 Views) April 7, 2015 7:34 am | Published by | No comment

Sangatta. Dalam laporan keterangan pertanggung jawaban (LkPj) Bupati Kutim tahun 2014, terungkap bahwa ada beberapa persoalan di hadapai Pemkab Kutim dalam kinerja Pemkab Kutim 2014, diantaranya adalah tingginya angka kematian bayi yakni 15 bayi meninggal per kelahiran seribu bayi di Kutai Timur. Selain itu terjadinya penyusutan jumlah penduduk Kutai Timur, ditahun 2013 berjumlah 555.751 jiwa menjadi 412.698 jiwa atau menyusut sebanyak 142.053 jiwa. Walaupun demikian, jika melihat pada angka, capaian kinerja Pemkab Kutim untuk 2014 sudah diatas 72 persen dan diharapkan pada tahun 2015 bisa diatas 85 persen.

Usai menyampaikan LkPj dihadapan anggota DPRD Kutim, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa penyusutan jumlah penduduk Kutai Timur di tahun 2014 ini diakibatkan kondisi Pemilu yang terjadi eksodus penduduk. Namun hal ini tidak mempengaruhi jumlah anggota DPRD, karena sudah sesuai dengan ketentuan.

Sementar untuk tingginya angka kelahiran bayi, hal ini akibat masih kurangnya jumlah bidan yang ada di pedalaman Kutim. Walaupun tidak mengetahui angka persis jumlah tenaga bidan yang kini ada di Kutim, namun menurutnya di setiap desa minimal memiliki 1 orang bidan. Namun karena sistem bermukimnya masyarakat Kutim yang menyebar, sehingga satu bidan dianggap belum bisa mengcover kebutuhan di sebuah desa, terang Ardiansyah.

(voice)

Lebih jauh Ardiansyah menambahkan, Pemka Kutim tidak pernah jenuh-jenuhnya melakukan sosialisasi sistem kesehatan daerah serta kedepan Pemkab Kutim akan membuat Peraturan Daerah (Perda) kesehatan yang menjadi dasar dalam acuan pelayanan kesehatan di Kutai Timur. Perda ini akan mengatur mekanisme pelayanan kesehatan mulai dari Sumber Daya Manusia, yakni tenaga kesehatan atau tenaga medis, mulai dari pendidikan serta pengaturan penempatan tenaga medis di pelosok Kutim sesuai kebutuhan dimasing-masing desa.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments