Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Permenkes 21 Tahun 2013 Seluruh Ibu Hamil Wajib Dianjur Untuk Melakukan Tes HIV/AIDS

Permenkes 21 Tahun 2013 Seluruh Ibu Hamil Wajib Dianjur Untuk Melakukan Tes HIV/AIDS

(11225 Views) Agustus 14, 2015 7:30 am | Published by | No comment

Sangatta – Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan infeksi salah satu virus yang secara progresif merupakan sel-sel darah putih atau limfosit menyebabkan AIDS (Aquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai gangguan dari kekebalan tubuh. HIV merupakan penyakit yang menakutkan yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian diantara laki-laki dan wanita.
Untuk mencegah dan menanggulang penyakit mematikan tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur melakukan sosilisasi Peraturan Mentri nomor 21 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV/AIDS, pada hari kamis (13/8/15) di Ruang Arau Kantor Bupati Kutai Timur. Sosialisasi Permenkes 21 tahun 2013 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dr. Aisyah, M.Kes pada pukul 10.00 wita.
Hadir dalam sosialisasi tersebut, dari Kementrian Kesehatan RI dr. Patcha,MKM, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Nurhasanah, SKM,MPH, Anggota DPRD Kutai Timur Uce Prasetyo, Direktur RSUD dr. Bahrani Hasanal, dr. Rahmat, Komisi Penanggulangan AIDS Harmadji, Perwakilan dari SKPD, Organisasi Pemuda, dan tamu undangan lainnya.
Dasar Hukum pelaksanaan prgogram penanggulangan HIV/AIDS dikatakan Nurhasanah yang pertama Permenkes nomor 21 tahun 2013 tantang penanggulangan HIV/AIDS, nomor 541 tentang rumah sakit rujukan ODHA dimana setiap rumah sakit daerah minimal tipe D harus melaksanakan kegiatan pengobatan terhadap ODHA sesuai dengan era JaminanKesehatan Nasional (JKN). Kedua nomor 1932 tentang kelompok kerja pengendalian HIV/AIDS. Ketiga surat edaran tahun 2013 tentang pelayanan pencegahan HIV/AIDS dari ibu ke anak (PPIA), seluruh ibu hamil wajib dianjurkan untuk melakukan tes HV/AIDS. Keempat Kesepakatan bersama antara Menkes, Mendagri, Mendikbud, Mentri Agama, Mensos nomor 432 tahun 2012, nomor 44 tahun 2012, nomor 7 tahun 2012 dan nomor 2 tahun 2012 tentang peningkatan pengatahuan komperehensif HIV/AIDS pada pendudik usia 15 – 24 tahun.
Nurhasanah menjelaskan, latar belakang dilaksanakan sosialisasi Permenkes 21 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV/AIDS itu sendiri bahwa, kita ketahui Provinsi Kalimantan Timur adalah merupakan daerah yang mobilisasi penduduknya cukup tinggi, bukan hanya penduduknya saja, tetapi populasi berisiko juga cukup tinggi mobilisanya yaitu wanita pekerja seksual (WPS) baik itu wanita pekerja seksual tidak langsung (WPSTL) dan wanita pekerja seksual langsung (WPSL). Infomarmasi yang didapatkan dari populasi beresiko, bahwa WPS mempunyai rotasi per tiga bulan, bisa tiga bulan di Balikpapan, tiga bulan di Samarinda, tiga bulan kemudian di Kutai Timur, hal ini juga bisa menyebabkan lelaki beresiko tinggi (LBT) meningkat termasuk di Kutai Timur diantaranya pekerja tambang, perkebunan yang ada diperusahaan-perusahaan.
Selanjutnya Kalimatan Timur merupakan sentra kegiatan ekonomi yang sangat tinggi, termasuk industri yang ada di daerah-daerah terpencil banyak perusahaan perkebunan dan pertambangan. Selain itu Dia mengatakan Kalimantan Timur juga termasuk pengguna zat adiktif yang tinggi, dan menurut informasi terbaru bahwa Kalimatan Timur merupakan daerah nomor tiga di seluruh Indonesia yang banyak mengguna sabu-sabu, ekstasi dan zat adiktif lainnya. LBT suka mengkonsumsi kedua zat adiktif tersebut, dan yang lebih menyedihkan bahwa penggunaan zat adiktif sekarang tidak hanya dengan menghisap tetapi mengguna jarum suntik dan disuntik bergantian dengan kelompoknya. Lebih lanjut Dia mengungkapkan bahwa setelah berpesta sabu-sabu, ekstasi yang dilanjutkan dengan pesta yang lainnya seperti pesta seks.Penggusuran daerah Hotspot (Lokalisasi) di Kabupaten/Kota, merupakan salah satu penyebab WPS mencari tempat baru bahkan berbaur dengan masyarakat sehingga susah untuk melakukan monitoring dan penanggulangan ketimbang mereka ada disatu lokasi lokalisasi. Selanjutnya dikatakan jumlah populasi berisiko (LBT) hanya dapat dihitung dengan estimasi karena tidak ada yang mau disebut sebut sebagai pelanggan jasa seksual. Selain itu adanya transaksi seksual terselubung seperti tempat kos-kosan, bar, kafe dan lain sebagainya.Transisi karakteristik epidemologi sudah bergeser, dulu hanya populasi yang berisiko terkena HIV/AIDS tetapi sekarang sudah bergeser bahkan sampai ke ibu-ibu rumah tangga juga terkena HIV/AIDS. Kalimantan Timur merupakan daerah rawan terkena HIV/AIDS dengan alasan daerah yang sedang berkembang berbagai industri seperti tambang, emas, gas, kehutanan dan lainnya. Kalimantan Timur merupakan daerah yang selalu diminati oleh para pencari pekerjaan.
Nurhasanah mengatakan inilah yang dinamakan gelombang HIV/AIDS, dari homoseksual, berlanjut ke pengguna zat adiktif, wanita pekerja seksual, pelanggan (LBT/WTS) yang selanjutnya akan berlanjut pada pasangannya istri dan pacar yang kemudian akan bisa menular anak yang dilahirkan. Menurut data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, bersadasar jenis pekerjaan polulasi berisiko HIV/AIDS persentasenya Ibu Rumah Tangga 24 %, Pelanggan (LBT) 58,2 % dan PNS 22,2 %.
Selanjutnya Kepala Dinas Kabupaten Kutai Timur dr Aisyah, mengatakan bahwa sosilisasi Permenkes 21 tahun 2013 tersebut merupakan Permenkes perbaikan sebelumnya, yaitu dimana ibu hamil itu di periksa HIV/AIDS kalau suaminya dicurigai terkena HIV/AIDS kalau sekarang dianjurkan apakah ada kecurigaan atau tidak.
Aisyah berharap setelah sosilisasi lintas sektor ini masyarakat bisa paham tentang HIV/ADIS, untuk menurunkan angka HIV/AIDS dan kematiaan diperlukan kerjasama antar lintas sektor seperti ini. Dan jika ditemukan HIV/AIDS langsung diobati. Untuk angka HIV/AID di Kutai Timur sendiri sudah mencapai 167, dari tahun 2010-2015 ada 55 kasus untuk tahun 2015 dari Januari sampai maret ada lima kasus.
Voice

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments