Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Polres Kutim Komitmen Ungkap Tuntas Kasus Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak

Polres Kutim Komitmen Ungkap Tuntas Kasus Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak

(461 Views) April 14, 2016 2:18 pm | Published by | No comment

Sangatta. Jajaran Polres Kutai Timur berkomitmen untuk menyelesaikan secara tuntas kasus-kasus yang melibatkan anak baik sebagai korban kekerasan maupun sebagai pelaku. Komitmen ini disampaikan langsung Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko, usai menghadiri kegiatan Seminar Sehari bertema Stop Kekerasan Terhadap Anak, yang dilaksanakan, Kamis (14/4), di ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur.

Kepada awak media, Kapolres Anang yang juga selaku pembicara dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa baik secara pribadi maupun institusi Polri sebagai penegak hukum, berkomitmen untuk menuntaskan semua permasalahan hukum terutama yang saat ini menjadi perhatian masyarakat Kutim, yakni kasus kekerasan terhadap anak.

Walaupun terjadi trend peningkatan kasus kekerasan terhadap anak mulai tahun 2015 lalu hingga saat ini, namun dirinya menjamin bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di Kutai Timur akan diselesaikan secara tuntas. Hal ini karena setiap elemen masyarakat dan Negara wajib ambil bagian dan bertanggung jawab dalam proses perlindungan anak sesuai Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 pasal 20.

(Voice : Kapolres Kutim – Komitmen Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Anak)

Lebih jauh Kapolres Anang meminta masyarakat jangan ragu dengan upaya penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polres Kutai Timur, terutama dalam penuntasan penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Hal in untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak yang juga memiliki hak kemerdekaan dan mendapatkan hidup yang layak. Sementara itu, diungkapkan bahwa selama tahun 2015, telah terjadi 23 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. 20 kasus yang ditangani menempatkan anak sebagai korban, sementara 3 kasus menempatkan anak sebagai pelaku. Sedangkan tahun ini, sejak bulan Januari hingga Maret 2016 sudah tertangani 6 kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Lima kasus menempatkan anak sebagai korban kekerasan dan 1 kasus menempatkan anak sebagai pelaku.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments