Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Polres Kutim Masih Selidiki Penyebab Kematian Orang Utan

Polres Kutim Masih Selidiki Penyebab Kematian Orang Utan

(493 Views) Mei 2, 2016 10:18 pm | Published by | No comment

Sangatta. Penemuan bangkai orang  utan berkelamin jantan di Sungai Sangatta, Minggu (1/5) kemarin, memberikan tanda tanya besar bagi masyarakat Kutai Timur. Apakah habitat orang utan sebagai hewan langka dan dilindungi undang-undang tersebut di Kutai Timur sudah sangat terancam bahkan rusak parah ?. Hal ini mengingat Kutai Timur yang memiliki hutan taman nasional kutai (TNK) dan hutan lindung lainnya, seharusnya mampu menjadi syurga bagi satwa langka dan dilindungi ini untuk berkembang biak. Ataukan sesuai dengan perkembangan zaman, yang kini  membuat hutan-hutan yang ada di Kutim sebagian besar beralih fungsi menjadi perkebunan sawit menjadikan satwa langka ini tersisihkan dan akhirnya mati karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.   

Menurut  Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, pihaknya saat ini masih melakukan penyidikan terkait penyebab kematian orang utan jantan yang ditemukan di perairan Sungai Sangatta, tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim Center of Orang Utan Protection (COP), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Taman Nasional Kutai (TNK), termasuk tim otopsi dan forensik Polri sendiri.    

Lanjut AKP Andika, walaupun dari penampakan fisik kondisi bangkai orang utan tersebut sudah rusak dan membusuk sehingga akan sangat menyulitkan penyebab kematian hewan ini, namun tindakan forensik tetap harus dilakukan untuk mengetahui perkiraan umum penyebab kematian orang utan tersebut. Tetapi sesuai informasi yang didapatkan dari tim COP, bahwa dari pengamatan awal, diketahui bahwa orang utan jantan yang tewas tersebut, diperkiraakan sudah berumur dewasa dan pola hidupnya sudah berada di daratan atau tidak lagi bergelantungan di pepohonan. Sehingga kemungkinan penyebab kematiannya akan sangat banyak. Apakah karena serangan hewan yang ada di darat seperti ular, ataukah juga akibat perkelahian sesama jenisnya akibat perebutan wilayah kekuasaan. Namun kepastian penyebab kamatian orang utan ini masih menunggu hasil pasti dari uji otopsi yang dilakukan tim otopsi.   

(Voice : Kasat Reskrim Andika – Otopsi Bangkai Orang Utan)  

Lebih jauh dikatakan AKP Andika, kemungkinan usai dilakuka otopsi, bangkai orang utan tersebut akan dikuburkan. Namun mekanisme sepenuhnya diserahkan kepada COP dan BKSDA yang lebih memahami prosedurnya.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments