Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » PU Minta Bijaksana Menyikapi Hilangnya PLTS

PU Minta Bijaksana Menyikapi Hilangnya PLTS

(647 Views) Mei 4, 2015 9:40 am | Published by | No comment

SANGATTA.  Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Timur (Kutim) Aswandini Eka Tirta meminta agar kiranya semua pihak tidak terlalu berlebihan mempermasalahkan hilangnya beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Penerang Jalan Umum (PJU) beberapa pekan lalu. Pasalnya, kejadian tersebut sejatinya bukan merupakan unsur kesengajaan dan tanpa pertimbangan, melainkan murni tindakan kriminal yang diluar dari dugaan.

Seharusnya katanya, orang menilai hilangnya PLTS dan PJU tersebut tidak hanya memandang dari satu sudut saja, melainkan dari beberapa sudut pandang sehingga menghasilkan nilai yang objektif. Bila demikian maka penilayan tersebut pastinya tidak terkesan menyudutkan PU semata yang harus bertanggungjawab.

”Jangan bilang kita (PU,red) yang wajib tanggung jawab. Yang bijaksana gutu loh. Jangan menyalahkan. Lihat dulu permasalahannya gitu.”ujar pria yang biasa disapa Aswan itu dikantornya, Senin (04/05) kemarin.

Yang menjadi pertanyaan tanggungjawab seperti apa yang akan dilakukan PU. Bukankah memberikan penerangan merupakan salah satu tanggungjawab PU yang paling utama dan wajib dilakukan ditempat yang gelap lagi membahayakan.”Apakah disetiap pembangunan yang kita dilakukan harus PU yang jagain. Apakah tiap tiang listrik ditaruh satpam. Tidak mungkin.

Contoh PU bangun rumah atau PU mengadakan bak sampah lalu  hilang dicuri maling, apa PU juga yang tanggung jawab. Kan tau sendiri semuanya sudah kita kunci, gembok, dan tutup rapat, tetap juga hilang. Niatnya aja maling, niatnya buruk dan namanya juga maling mau diapain lagi. Jangankan disini (Suekarno Hatta,red), tempat reme saja hilang. Lampu kecil hilang juga. Masa PU semua yang tanggung jawab. PU bukan penjaga keamanan,”kata Aswan panjang lebar.

Selain itu, dirinya juga akan menjawab tentang kenapa memasang lampu didaerah gelap dan rawan seperti di jalan Suekarno Hatta. Karena hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya perampokan, pembegalan, hingga kecelakaan lalu lintas.

”Ada yang berceletuk kenapa daerah sepi dipasang lampu. Makanya di curi maling. Sekarang saya jawab. Pertama itu daerah sepi, daerah gelap kalau ada perampokan ,pembegalan,kecelakaan seperti apa?. Kalau kita tidak pasang lampu, pasti kita lebih disalahkan lagi. Timbul lagi pertanyaan, kenapa  PU tidak memasang lampu. Jadi serba salah kita. Dipasang salah, tidak dipasang salah,”kata Aswan memberikan jawaban.

Contoh folder dulunya dibikin orang tempat maksiat, ngomix, mabok langsung ada yang bilang dan mneyorot kenapa PU tidak pasang lampu. Sekarang ini melakukan aja salah, apalagi tidak melakukan. Sudah pasang dicuri orang disalah kan lagi,”tambahnya.

Kemudian ada juga yang mempertanyakan kenapa menggunakan tenaga surya dan tidak menggunakan listrik tenaga diesel.Karena saat ini genset yang dimiliki PU tidak memungkinkan untuk pemenuhan penerang lampu jalan.”Tau sendiri aja PLN sering byarpet. Kita gak menyalahkan orang lain. Kita mau ngasih tau PU itu tugasnya apasih. Bijak sana aja untuk menyikapi itu.”katanya.

Kecuali katanya penempatan tanggungjawab dibebankan kepada PU bilamana salah satu bangunan yang dilakukan PU mengalami kerusakan.”Kalau ada kerusakan PU baru bertanggungjawab. Kalau ada seperti ini (kecurian,red) pasti kita ganti tetapi bukan berarti kita tanggung jawab. Itu harap dimengerti.  Kan prosedur kehilangan juga sudah kita lalui. Yakni kita lapor polisi,”katanya.

Sebelumnya,  anggota DPRD Kutim Agil Suwarno meminta agar kiranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bertanggungjawab dengan hilangnya semua PLTS. Karena hal tersebut jelas sepenuhnya merupakan tanggung jawab dinas terkait yakni dinas PU sebagai penyedia fasilitas penerangan jalan umum.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments