Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Puluhan Buaya Hasil Buruan Diserahkan Ke BKSDA Kaltim untuk Ditangkarkan

Puluhan Buaya Hasil Buruan Diserahkan Ke BKSDA Kaltim untuk Ditangkarkan

(437 Views) November 13, 2015 8:05 am | Published by | No comment

Sangatta. Puluhan ekor buaya hasil perburuan empat pawang buaya asal Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, akhirnya Kamis (12/11) malam tadi, diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, mengatakan bahwa sejak Kamis (12/11) sore kemarin keempat pelaku perburuan buaya di Sungai Lembak Desa Sepaso Timur Kecamatan Bengalon yang kini telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka ini, beserta barang bukti puluhan ekor buaya muara yang masih hidup yang tersimpan di dalam bak mobil pickup, serta 11 lembar kulit buaya, sudah diserahterimakan ke Polres Kutai Timur.

Lanjutnya, 27 ekor buaya yang masih hidup langsung diserahkan kepada  BKSDA Kaltim untuk selanjutnya dilakukan penangkaran di PT Golden Prima Samarinda yang memiliki penangkaran Simpang Pasir Palaran, Samarinda. Sementara itu, pihaknya juga sudah mengubur 2 ekor buaya yang telah mati, disaksikan keempat tersangka, pihak BKSDA Kaltim dan penyidik Polres Kutim.

Dikatakan Andika, pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam latar belakang dan motif sesuangguhnya dari keempat tersangka ini. Walaupun dari keterangan sementara para tersangka pemburu buaya ini, mereka melakukan pengkapan buaya hanya untuk mencari ongkos pulang ke Bulungan dari hasil menjual kulit buaya yang sudah mereka tangkap tersebut. dari pengakuan pelaku, untuk kulit yang berukuran kecil dihargai Rp 250.000 per lembar sedangkan kulit buaya yang berukuran besar dihargai Rp 750.000 per lembar .

(voice)

Lebih jauh dikatakan Andika, dalam penanganan kasus pembantaian buaya ini, pihak Polres Kutim akan meminta keterangan saksi ahli dari BKSDA Kaltim terkait jenis buaya yang telah ditangkap dan dibunuh apakah termasuk jenis hewan yang dilindungi dalam konservasi sumber daya alam. Selain itu, kasih ada pula pendalaman kasus terkait apakah ada keterlibatan warga yang mendatangkan keempat tersangka ini ke Kutai Timur. Namun dari pengakuan tersangka, selain mereka diundang datang ke Bengalon untuk berburu buaya, juga perburuan buaya baru dilakukan di Sungai Lembak dan Sungai Bengalon selama empat hari terakhir dan belum berburu sampai ke Sungai Sangatta.

Keempat tersangka ini bakal terjerat Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun kurungan serta denda maksimal Rp 200 juta.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments