Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » RAPAT KOORDINASI BAGIAN SUMBER DAYA SEKRETARIAT KAB. KUTAI TIMUR

RAPAT KOORDINASI BAGIAN SUMBER DAYA SEKRETARIAT KAB. KUTAI TIMUR

(690 Views) Juni 11, 2015 8:38 am | Published by | No comment

Sangatta – Dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kutai Timur, pemerintahan daerah mencoba menempuh berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan Rapat Koordinasi melalui Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutai Timur pada hari ini, rabu 10/6/15 bertempat diuang Meranti Kantor Bupati.

Tema yang diambil dalam Rapat Koordianasi Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten kutai Timur kali ini adalah “Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Alam untuk sumber Energi Listrik Alternatif Baru dan Terbarukan Dalam Upaya Pemenuhan Fasilitas Dasar Masyarakat Kutai Timur”. Adapun peseta dari Rapat Koordinasi dari Komisi III DPRD Kutai Timur, Seluruh SKPD terkait, Staf Ahli, Camat, Kelompok Dunia Usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Assosiasi Profesi, Akademis. Rapat ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Timur Drs.H.Ardiansyah Sulaiman, M.Si

Dalam Laporan Ketua Panitia yaitu Kepala Bagian Sunber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Ir. Pranowo mengatakan jika melihat Potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Kutai Timur, salah satunya sebagai penghasil batu bara terbesar ditingkat nasional atau terbesar di dunia untuk katagori tambang terbuka (open pit mine), maka rasanya tidak mungkin daerah ini kekurangan pasokan energi. Tetapi yang terjadi sungguh ironi, kondisi sekarang menunjukan bahwa energi fosil khususnya minyak bumi, merupakan sumber energi utama pembangunan di Kabupaten Kutai Timur, disaat yang sama menunjukan bahwa cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia jumlahnya terbatas. Sementara itu, konsumsi energi terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Pada gilirannya banyak sekali desa-desa di Kabupaten Kutai Timur yang kondisinya belum terelektrifikasi.

Pemenuhan energi listrik ini menjadi skala prioritas pembangunan pemenuhan Pemeeintah Kabuaten Kutai Timur, dari total 135 Desa sebanyak 43 Desa yang telah dialiri listrik dari PLN, 91 Desa dialiri listrik secara swadaya tetapi bukan PLN, sementara 1 Desa belum teraliri listrik, dengan rasio Desa berlistrik 99% sedangkan rasio elektrifikasi jika dilihat berdasarkan jumlah KK, maka diketahui bahwa sebanyak 91.237 KK telah berlistrik, dengan perbandingan 31.668 KK yang dialiri lustrik bersumber dari PLN sementara 35.345 KK Non PLN, dan persentase elektrifikasi mencapai 73.45% sebagai upaya pemenuhan kebutuhan listrik, berbagai upaya telah dilkukan, salah satunya adalah dengan pembangunan Pembngkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batu Bara (PLTGB) Kabo, namun kegiatan pembangunan tersebut berhenti karena terkendala pembiayaan.

Karena pembangunan energi listrik dari bahan listrik dari bahan fosil (Minyak Bumi dan Batu Bara) terbatas, potensi energi listrik yang bersumber dari potensi listrik yang bersumber dari potensi energi terbarukan perlu dikembangkan. Dengan keunggulan serta potensi cadangan energi terbarukan yang berlimpah, maka program pembangunan Kabupaten Kutai Timur tidak lagi menggantungkan pemenuhan kebutuhan energinya dari fosil. Ada berbagai macam potensi energi alternatif yang yang terbarukan yang bisa dikembangkan di Kabupaten Kutai Timur diantaranya adalah Pengembangan PLTGB PONE (Limbah Cair Kelapa Sawit), PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Banyak praktek-praktek pemanfaatan energi terarukan di Indonesia yang bisa direplikasi di Kabupaten Kutai Timur yang sesuai dengan potensi cadangan sumberdaya yang ada. Oleh karenanya diperlukan koordinasi multi pihak, mewujudkan kebersamaan antar pemangku kepentingan serta membangun sinergi dan komunikasi yang efektif untuk pemanfaatan sumber energi dab komunikasi yang efektif untuk pemafaatan sumber energi terbarukan dalam upaya pemenuhan fasilitas dasar masyarakat Kutai Timur.

Adapun tujuan dari Rapat ini diantaranya, pertama memperkenalkan energi yangvramah lingkungan dan secara ekonomis dapat dipergunakan secara praktis dan dampak negatif sangat kecil bagi lingkungan. Kedua neningkatkan kerjasama antara pemerintah, bisnis, dan akademis dalam pengembngan dan penggunaan energi baru dan terbarukan. Tiga menganalisis isu dan faktor yang berpengaruh dalam pemanfaatan enegi terbarukan. Empat mendorong terwujudnya komunikasivdan sinergi antar Pemerintah, Masyarakat, Perusahaan, dalam rangka pemanfaatan energi terbarukan.

Narasumber dalam rapat Koordinasi ini dari Deputi Manager Perencanaan Sistem PLN Prihadi, Laboratorium Bioteknologi Industri Fakultas Kehutanan UNMUL Samarinda Rudianto Amirta, Ph.D, Pusat Kajian Sosial Ekonomi Regional dan Pedesaann UNMUL Didi Susilo Pujiatomo, Iwiel (GIZ Samarinda), Wakil Direktur PT. REA KALTIM Pung Andita, daru PT.TELEN Mashuri

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments