Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ratusan Buruh PT Bima Palma Nugraha Tuntut Pembayaran Gaji Karyawan

Ratusan Buruh PT Bima Palma Nugraha Tuntut Pembayaran Gaji Karyawan

(772 Views) Februari 9, 2015 9:27 pm | Published by | No comment
Sangatta. Sebanyak 250 orang buruh sawit PT Bima Palma Nugraha, Tepian Langsat SP 1 Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, pagi tadi beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kutim untuk menemui anggota DPRD Kutim, untuk memperjuangkan nasib mereka yang sudah sebulan ini tidak dibayarkan gajinya. Selain itu, kedatangan mereka ini untuk mengadukan tindakan semena-mena manager security yang mengusir mereka dari barak mess mereka di lokasi perkebunan PT Bima Palma Nugraha, dan memaksa mereka untuk mengundurkan diri dengan menandatangani surat pengunduran diri resmi bermaterai.
Menurut Kornelis Wiriyawan Gatu, Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Kutim, hingga hari ini gaji buruh sebulan kemarin belum terbayarkan oleh pihak perusahaan, padahal sudah jatuh tempo pada 5 Pebruari lalu. Selain itu yang lebih menyedihkan, pada Jum’at (6/2) kemarin, para buruh ini dipaksa keluar dari barak mess mereka yang ada di lokasi perkebunan, yang dilakukan oleh manager sekurity beserta anggota sekurity  PT Bima Palma Nugraha. Bahkan sebagian sudah ada barangnya yang dikeluarkan paksa dan ditaroh dipinggir jalan.
Lanjutnya, saat ini para buruh menuntut kepastian nasib mereka dan para buruh sendiri menyatakan bahwa mereka tidak mau berhenti kerja dari perusahaan tersebut, apalagi dengan dipaksa mengundurkan diri.
Permasalahan ini mulai terjadi sejak terjadinya perbedaan pendapat antara buruh dengan pihak manajemen perihal jumlah basis atau nilai timbang janjang sawit yang semula 115 dinaikkan menjadi 140 oleh pihak manajemen. Sehingga jika buruh tidak memenuhi target 140 ini, maka mereka tidak akan mendapatkan upah kerja, ujar Kornelis yang menyebutkan hampir sebagian besar buruh yang ada datang tersebut hanya diperkerjakan secara harian oleh pihak perusahaan selama beberapa tahun tanpa kejelasan status.
(voice)
Sementara itu, anggota DPRD Kutim Uche Prasetyo yang juga ketua Komisi D DPRD Kutim, saat menerima perwakilan buruh mengatakanakan memperjuangkan nasib para buruh ini sesuai ketentuan yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim. Karena tuntutan mengenai gaji, tunjangan hingga pemecatatan, semuanya sudah diatur hitam diatas putihnya oleh Disnaker. Sedangkan Disnaker Kutim yang diwakili Winasro, Sekertaris Disnakertras Kutim, mengatakan pihaknya akan mempelajari sengketa perkara antara buruh dengan manajemen PT Bima Palma Nugraha ini.  Pihaknya berjanji akan memberikan keputusan dan jalankeluar seadil-adilnya sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku.
—————
Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments