Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ringankan Masa Tua,  PNS Diajak Investasikan Gaji dan Dana Pensiun Sejak Dini  

Ringankan Masa Tua,  PNS Diajak Investasikan Gaji dan Dana Pensiun Sejak Dini  

(484 Views) April 9, 2015 3:09 am | Published by | No comment

Sangatta. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yamg masih aktif bekerja terkesan mampu memenuhi kebutuhan kesehariannya dari gaji dan tunjangan yang diterima selama masih bekerja. Namun permasalahan baru timbul saat PNS tersebut memasuki masa pensiun. Gaji pensiun yang hanya merupakan gaji pokok, dianggap tidak mampu memenuhi segala kebutuhan hidup, baik diri sendiri termasuk tanggungan keluarga. Sehingga dianggap perlu bagi PNS memikirkan investasi jangka panjang, agar selama menjalani masa pensiun tidak hanya tergantung dari tabungan simpanan pensiun (Taspen). Demikian diungkapkan Amancik, Kepala Wilayah PT Asuransi Bumi Putra 1912 Regional Kalimantan Timur, Tengah, Selatan dan Utara, saat memberikan presentasi produk terbaru asuransi jiwa dan tabungan dana pensiun Bumi Putra dihadapan PNS di lingkungan Pemkab Kutai Timur, Rabu (8/4) kemarin.

Kepada peserta sosialisasi,  Amancik  mengajak untuk menginvestasikan gaji serta dana pensiun PNS dalam bentuk tabungan dana pensiun yang juga sekaligus merupakan asuransi jiwa. Dengan biaya  premi resiko sangat rendah yakni mulai Rp50 ribu, pihaknya sudah menjamin asuransi jiwa setiap orang dalam satu keluarga sebesar Rp1,5 juta. Nilai santunan ini variatif meningkat seiring besaran beban premi yang dibayarkan. Dengan jangka waktu kontrak pertahun, perusahaan asuransi ini menjamin mengembalikan dana investasi yang sudah terakumulasi, namun tentunya tetap dipotong besaran premi resiko yang sudah disetor.

Sementara itu Assisten Administrasi Setkab Kutai Timur Edward Azran saat membuka acara sosialisasi mengatakan bahwa setiap pekerjaan memiliki resiko, sehingga asuransi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi beban yang ditimbulkan oleh resiko pekerjaan tersebut. Dirinya mempersilahkan baik kepada PNS yang masih lama masa kerjanya atau yang sudah memasuki masa pensiun, untuk mempertimbangkan tawaran asuransi sebagai penjamin investasi di hari tua.

Dilain pihak selaku fasilitator, KORPRI Kutai Timur berupaya menjembatani antara pihak perusahaan asuransi dengan pihak PNS. Bagi PNS, kontrak asuransi dilakukan dalam kurun waktu minimal 3 tahun. Namun mengingat ada beberapa PNS yang sudah berumur 65 tahun tetapi karena adanya Undang-undang ASN yang mengubah masa pensiun menjadi 68 tahun, maka pihak perusahaan asuransi akan mengupayakan agar PNS yang masa kerjanya sisa 2 tahun tersebut juga dapat mengikuti program asuransi ini, ungkap Wahida, Kasubag Usaha, Kelembagaan dan Hukum Sekertariat KORPRI Kutai Timur.

Ditambahkan Wahida, pihaknya tentu akan mengupayakan agar premi resiko dapat dibayarkan seiring dengan pembayaran insentif PNS per tiga bulan, sehingga tidak terlalu membebankan kepada gaji pokok dan juga meringankan PNS. Namun tentunya keikut sertaan dalam program asuransi jiwa dan tabungan dana pensiun ini tidak wajib atau mengikat bagi PNS Kutim. Karena diakui, hingga kini KORPRI Kutim belum menjalin kerjasama yang mengikat dengan perusahaan asuransi manapun. Sehingga sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing personal PNS, apakan ingin mengikuti program asuransi di perusahaan tersebut ataukan ingin di perusahaan asuransi lain, atau bahkan tidak mengikuti sama sekali.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments