Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Sabu dan Koplo Masih Kuasai Kutai Timur

Sabu dan Koplo Masih Kuasai Kutai Timur

(546 Views) Januari 3, 2016 5:00 am | Published by | No comment

Sangatta. Peredaran barang haram narkoba dan obat-obatan berbahaya seakan masih belum dapat terbendung khususnya di wilayah hukum kabupeten Kutai Timur. Dari data yang dirilis Satuan Resnarkoba Polres Kutai Timur, tercatat di tahun 2015 sebanyak 89 laporan penangan kasus narkoba yang telah ditangani Polres Kutai Timur. 80 kasus telah memasuki tahap II, 5 kasus masih dalam tahap I dan 4 kasus masih dalam proses sidik. Demikian diungkapkan Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Resnarkoba AKP Dhadhag Anindito.

Dikatakan, dari 89 kasus yang ada, sebanyak 144 orang tersangka berhasil diamankan yang terdiri dari 131 laki-laki, 9 perempuan dan 4 orang masih berstatus anak. Sementara dari barang bukti yang berhasil disita, diantaranya 7.002 butir pil koplo jenis Double LL (LL), 297,55 gram narkoba jenis sabu, uang tunai sebanyak Rp 47.327.000,. 7 unit mobil, 18 sepeda motor dan 95 unit telepon genggam (HP), serta peralatan pelengkap akitifitas narkoba seperti bong, timbangan elektronik dan lainnya. Sebagian besar barang bukti ini sudah dilakukan proses pemusnahan setelah sebelumnya melewati persidangan sebagai barang bukti.

Dijelaskan AKP Dhadhag, peredaran dan penyalah gunaan narkoba jenis sabu dan pil koplo ini masih cukup tinggi di kalangan pekerja swasta, mulai pekerja tambang, kebun sawit dan sopir, dengan modus sebagai penguat atau penghilang rasa lelah dalam bekerja. Sementara bagi persangka yang melibatkan anak, masih merupakan pengguna dan pengedar pil koplo dikalangan pelajar. Namun bagi pelajar yang sudah masuk rapot merah Resnarkoba ini akan terus dilakukan pemantauan. Sedangkan daerah yang masuk dam zona merah atau rawan di Kutim dalam peredaran narkoba dan koplo adalah Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon, Wahau dan Kongbeng. Hal ini dikarenakan Kutai Timur merupakan daerah jalur perlintasan antar provinsi sehingga barang-barang haram ini yang kebanyakan dikirim melalui jalur darat, melintas di Kutim sekaligus diedarkan. Kabupaten Kutai Timur sendiri hingga saat ini masih menempati peringkat kelima tertinggi dalam peredaran gelap narkoba seKaltim dan Kaltara.

voice

Jebih jauh dikatakan AKP Dhadhag, upaya penindakan dan pencegahan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang memang menjadi salah satu atensi khusus bagi Polri yang diberikan oleh pemerintah. Namun peran serta dan kesadaran masyarakat untuk bersama membantu pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba di lingkungannnya, masih sangat diperlukan. Sehingga besar harapannya agar masyarakat mau aktif memberikan laporan kepada kepolisian jika ada keluarga atau orang-orang yang diduga menggunakan atau mengedarkan narkoba. Jika masyarakat menyerahkan sendiri keluarganya yang menjadi pengguna kepada polisi maka kepolisian akan siap membantu proses rehabilitasi dan penyembuhan pengguna narkoba ini dari ketergantungan mengunakan narkoba. Sementara jika tertangkap tangan langung oleh aparat kepolisian maka dipastikan proses hukum akan ditegakkan sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments